Aturan Wajib Masker di Italia Dicabut: Warga Lega, Ada yang Khawatir

Isal Mawardi - detikNews
Selasa, 29 Jun 2021 03:34 WIB
Ditengah lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia, 10 negara ini justru tengah berhasil keluar dari pandemi dan memperbolehkan masyarakatnya lepas masker. Indonesia kapan?
Warga Italia (Foto: AP/Cecilia Fabiano)
Roma -

Peraturan wajib masker di Italia resmi dicabut. Kebijakan ini mendapatkan respons pro dan kontra dari warga Italia.

Dilansir dari AFP, seluruh daerah di Italia berkategori zona 'berisiko rendah' untuk virus Corona. Kementerian Kesehatan Italia mengkasifikasikan 20 wilayah di Italia berwarna 'putih' atau menjadi yang terendah dari 4 kategori klasifikasi warna terkait risiko COVID-19.

Artinya, masker tidak lagi wajib bagi warga yang berada di luar ruangan. Aturan ini disambut bahagia sejumlah warga yang nyaman tak memakai masker mengingat Italia saat ini sedang menjalani musim panas dengan suhu kurang lebih 40 derajat celcius di beberapa wilayah.

"Ini semacam melegakan karena sangat panas," kata warga lokal, Salvatore Casuccio kepada AFP, Selasa (29/6/2021).

Young woman wearing protective mask and buying food in grocery store during coronavirus pandemic.Foto: Getty Images/iStockphoto/Drazen Zigic

Namun, masih banyak orang yang mengenakan masker. Salah satunya yakni warga Roma bernama Giulia. Ia bersama ibunya masih memakai masker karena khawatir.

"Kami masih prihatin dengan situasi ini. Ini belum berakhir," katanya.

Diketahui, sepertiga penduduk Italia di atas usia 12 tahun telah divaksinasi penuh pada Senin (28/6) pagi, atau sekitar 17,8 juta orang.


Varian Delta Menghantui

Dalam satu bulan terakhir, Institut Kesehatan Nasional Italia (ISS) menyebut ada hampir 17 persen dari total kasus COVID-19 berasal dari dua varian asal India tersebut di Italia.

"Varian Delta kini jadi dominan," demikian disampaikan ISS, seperti dilansir Reuters, Minggu (27/6/2021).

Tak hanya Delta, Italia juga diserang varian Kappa dalam beberapa waktu terakhir.

"Kasus varian Kappa dan Delta naik dari 4,2 persen pada Mei menjadi 16,8 persen pada Juni berdasarkan data yang diambil pada 21 Juni lalu," kata institut tersebut.

"Pemantauan epidemiologi kami menunjukkan perkembangan pesat dua varian tersebut tak hanya di negara kami, tapi di seluruh Eropa. Dan varian virus Delta adalah yang kini menjadi dominan," kata Direktur Departemen Penyakit Menular ISS, Anna Teresa Palamara.

Simak juga 'Spanyol Tak Lagi Wajibkan Warganya Pakai Masker, Indonesia Nanti Dulu':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)