5 Polisi Prancis Terluka Saat Bentrok dengan Pengunjung Pesta Ilegal

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Minggu, 20 Jun 2021 01:40 WIB
A couple hugs during an illegal rave party in a field in Redon, north-western France, on June 19, 2021. - Five police officers were injured overnight in western France as they broke up a 1,500-strong illegal rave, authorities said on June 19, 2021, with one partygoer losing a hand in the clashes. Defying an 11:00 pm coronavirus curfew, the group had attempted to set up the party at a horse racing track near Redon in Brittany. (Photo by LOIC VENANCE / AFP)
Suasana pesta rava ilegal di Prancis (Foto: AFP/LOIC VENANCE)
Paris -

Bentrok terjadi saat polisi membubarkan pesta rave yang tak memiliki izin yang dihadiri sekitar 1.500 orang di Prancis barat. Lima orang petugas polisi terluka dan satu pengunjung kehilangan tangannya dalam bentrok itu.

Dilansir Reuters dan AFP, Minggu (20/6/2021) dalam siaran TV menunjukkan polisi Prancis menembakkan gas air mata untuk membubarkan. Sementara pengunjung pesta melemparkan petasan, proyektil dan bom bensin saat bentrok pecah.

Bentrok itu terjadi saat sekitar 400 petugas polisi bergerak untuk membubarkan pesta. Pesta itu melanggar jam malam pada Jumat malam, pukul 23.00 waktu setempat di arena balap dekat Redon di Brittany.

Kepada kepolisian daerah Ile-et-Valaine, Emmanuel Bertheir mengatakan seorang pria berusia 22 tahun kehilangan tangannya di tengah 'kekerasan ekstrem'. Bentrok berlangsung selama sekitar 7 jam.

Polisi menahan lima pria dalam peristiwa itu. Polisi Prancis juga membuka penyelidikan atas kekerasan terhadap orang-orang yang menyerang otoritas publik.

Berthier mengatakan dua dari lima orang anggota polisi yang terluka harus dibawa ke rumah sakit. Dia mengatakan "Rakyat memiliki tujuan untuk menghadapi kekuatan ketertiban umum," katanya.

Hingga Sabtu pagi, sekitar 1.000 orang tetap berada di jalur pacuan kuda dekat Redon di Brittany di mana paste rave diadakan. Para pejabat mengatakan mereka berharap untuk mengendalikan situasi selama akhir pekan.

"Mereka yang hadir tidak ada di sana untuk berpesta, tetapi untuk bertarung dengan polisi," kata walikota Redon, Pascal Duchne kepada BFM TV.

(lir/lir)