Palestina Batalkan Pertukaran Vaksin Corona dengan Israel

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 19 Jun 2021 09:11 WIB
Vaksin BioNTech-Pfizer Terbukti Efektif Lawan Dua Varian Baru Corona
Ilustrasi (dok. DW News)
Ramallah -

Otoritas Palestina membatalkan kesepakatan pertukaran vaksin virus Corona (COVID-19) dengan Israel, yang sebelumnya disebut melibatkan 1 juta dosis vaksin Pfizer-BioNTech. Alasannya, vaksin-vaksin yang akan diberikan Israel ke Palestina itu 'akan kedaluwarsa'.

Otoritas Israel mengumumkan pada Jumat (18/6) bahwa pihaknya akan menyalurkan sekitar 1 juta dosis vaksin Pfizer-BioNTech miliknya yang mendekati tanggal kedaluwarsa kepada Palestina, dan Otoritas Palestina disebut sepakat akan memberikan dosis vaksin Pfizer-BioNTech yang baru akan diterima akhir tahun ini sebagai pertukaran.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (19/6/2021), Otoritas Palestina yang berkantor di Tepi Barat, telah mengonfirmasi pengiriman 1 juta dosis vaksin Corona 'dalam beberapa hari' namun tanpa menyebut kesepakatan yang dicapai dengan Israel.

Dalam pernyataannya, Kementerian Kesehatan Palestina menyebut bahwa Pfizer ada di balik inisiatif untuk 'mempercepat program vaksinasi' itu.

Namun demikian, juru bicara Otoritas Palestina, Ibrahim Melhem, menuturkan pada Jumat (18/6) malam bahwa pengiriman awal sebanyak 90.000 dosis vaksin Pfizer-BioNTech gagal memenuhi 'spesifikasi yang dimuat dalam perjanjian'.

"Dan oleh karena itu, Perdana Menteri (PM) Mohammad Shtayyeh menginstruksikan Menteri Kesehatan untuk membatalkan perjanjian," sebut Melhem.

"Pemerintah menolak untuk menerima vaksin-vaksin yang akan kedaluwarsa," tegasnya, dalam pernyataan yang dirilis kantor berita WAFA News Agency.

Simak video 'Israel Kirim 1 Juta Vaksin Nyaris Kedaluwarsa ke Palestina':

[Gambas:Video 20detik]