Kata Hamas Soal Israel yang Kembali Gempur Gaza

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 18 Jun 2021 11:41 WIB
Ribuan petempur Hamas mengadakan parade militer di Jalur Gaza bagian selatan. Parade militer dilakukan setelah seminggu gencatan senjata dengan Israel.
Ilustrasi -- Petempur Hamas saat melakukan parade di Gaza (dok. AP Photo)
Gaza City -

Kelompok militan Hamas yang menguasai Jalur Gaza mengomentari serangan udara yang dilancarkan Israel baru-baru ini. Serangan udara Israel itu diketahui membalas serangan balon api yang dikirimkan militan Palestina di Gaza.

Seperti dilansir The Times of Israel, Jumat (18/6/2021), militan-militan Palestina di Gaza mengirimkan serangan balon api selama tiga hari berturut-turut ke Israel. Balon api yang dipasangi objek yang dibakar atau peledak itu memicu kebakaran di wilayah Israel bagian selatan, dengan para petugas pemadam kebakaran Israel berjuang memadamkannya.

Saat gelombang pertama serangan balon api dari Gaza memicu kebakaran pada Selasa (15/6) waktu setempat, militer Israel melancarkan balasan dengan menggempur posisi Hamas di Gaza pada Rabu (16/6) pagi waktu setempat.

Ketika serangan balon api terus berlanjut hingga Kamis (17/6) waktu setempat, Israel kembali melancarkan serangan udara pada Kamis (17/6) malam yang berlanjut hingga Jumat (18/6) waktu setempat.

Menurut Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamat Israel, sedikitnya delapan kebakaran terjadi di wilayah Israel bagian selatan pada Kamis (17/6) waktu setempat, empat kebakaran pada Rabu (16/6) waktu setempat dan lebih dari dua lusin kebakaran pada Selasa (15/6) waktu setempat. Semua dipicu oleh serangan balon api dari Gaza.

Menurut laporan media Palestina, gempuran terbaru Israel pada Kamis (17/6) malam mengenai sebuah gedung yang dikuasai Hamas di Beit Lahiya, Gaza City. Serangan lainnya dilaporkan mengenai sebuah gedung pemerintahan sipil yang dikelola Hamas di Gaza bagian utara, sebuah pangkalan Hamas di dekat Khan Younis dan sebuah posisi Hamas di Gaza City, serta sebuah lahan pertanian yang diduga menjadi lokasi peluncur roket bawah tanah di Gaza bagian selatan.

Sejauh ini, belum ada laporan korban jiwa maupun korban luka akibat gempuran Israel di Gaza itu.

Selanjutnya
Halaman
1 2