Kembali Ramai Dibahas, Surat Albert Einstein Prediksi Kejatuhan Israel

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 18:30 WIB
German born American physicist Albert Einstein (1879 - 1955), 1946.   (Photo by Central Press/Getty Images)
Albert Einstein (dok. Getty Images)
Washington DC -

Fisikawan kelahiran Jerman, Albert Einstein, kembali ramai dibicarakan karena disebut pernah memprediksi kejatuhan Israel. Einstein bahkan diketahui sempat mengkritik pembentukan negara Israel.

Salah satu tulisan opini pada Middle East Monitor yang dipublikasikan 4 Juni lalu, seperti dilansir Kamis (17/6/2021), menyebut bahwa 10 tahun sebelum Israel mendeklarasikan 'kemerdekaan' tahun 1948 di tanah yang diduduki dari rakyat Palestina, Einstein menyebut usulan pembentukan Israel sebagai sesuatu yang bertentangan dengan 'sifat esensial Yudaisme'.

Sebagai salah satu fisikawan terhebat dalam sejarah, dan didukung beberapa intelektual Yahudi terkemuka lainnya, Einstein melihat adanya kekurangan dan celah tahun 1946 ketika dia berbicara kepada Komisi Penyelidikan Anglo-American untuk isu Palestina. Dia tidak bisa memahami kenapa Israel diperlukan.

"Saya meyakini itu buruk," ucap Einstein saat itu.

Tindak kekerasan yang marak jelang 'kelahiran' Israel semakin membuat Einstein muak. Tahun 1952 silam, Einstein -- yang penganut Yahudi tapi bukan warga Israel -- bahkan ditawari jabatan Presiden Israel oleh pendiri rezim Zionis, Perdana Menteri David Ben-Gurion, dan dia menolak dengan tegas.

Saat itu, Einstein meyakini jabatan tersebut akan bertentangan dengan hati nuraninya sebagai seorang pasifis, dan fakta bahwa dia harus pindah ke Timur Tengah dari kediamannya di Princeton, New Jersey, Amerika Serikat (AS), di mana dia menetap sebagai pengungsi Jerman.

Selain penolakan itu, surat yang diketik Einstein tahun 1948 silam menunjukkan peringatan yang disampaikannya soal 'malapetaka akhir' yang dihadapi Palestina di tangan kelompok teror Zionis.

Tonton juga Video: Israel Gempur Lagi Gaza, Balas Serangan Balon Api!

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2