Putin-Biden Sepakat Kembalikan Duta Besar di Washington dan Moskow

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 01:19 WIB
Jakarta -

Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden mencapai kesepakatan pada pertemuan di Jenewa, Swiss. Beberapa hal telah mereka sepekati termasuk mengembalikan duta besar ke posnya masing-masing.

Diketahui, Duta Besar Rusia untuk AS, Anatoly Antonov, ditarik dari Washington sekitar tiga bulan lalu setelah Biden menyebut Putin sebagai pembunuh. Sedangkan Duta Besar AS untuk Rusia John Sullivan meninggalkan Moskow hampir dua bulan lalu, setelah Rusia menyarankan agar dia kembali ke Washington untuk konsultasi.

Dilansir dari APNews, Rabu (16/6/2021), Putin mengatakan bahwa para duta besar diharapkan untuk mengembalikan jabatan mereka dalam beberapa hari mendatang. Pengembalian dua duta besar itu untuk memulai negosiasi untuk menyelesaikan perjanian yang tersisa diatara kedua negara tersebut.

Putin mengatakan "tidak ada permusuhan" selama pembicaraan yang berakhir lebih cepat dari yang diharapkan.

Putin mengakui bahwa Biden mengangkat masalah hak asasi manusia dengannya, termasuk nasib pemimpin oposisi Alexei Navalny. Putin membela hukuman penjara Navalny dan menangkis pertanyaan berulang tentang perlakuan buruk terhadap para pemimpin oposisi Rusia dengan menyoroti gejolak domestik AS, termasuk protes Black Lives Matter dan pemberontakan Capitol 6 Januari.

Pemimpin Rusia itu mencatat bahwa Biden mengulangi nasihat bijak yang telah diberikan ibunya dan juga berbicara tentang keluarganya-pesan yang menurut Putin mungkin tidak sepenuhnya relevan dengan pertemuan puncak mereka tetapi menunjukkan "nilai-nilai moral" Biden.


Meskipun dia meragukan bahwa hubungan AS-Rusia dapat segera kembali ke keseimbangan beberapa tahun yang lalu, Putin menyarankan bahwa Biden adalah seseorang yang bisa dia ajak bekerja sama.

"Pertemuan itu sebenarnya sangat efisien," kata Putin.

"Itu substantif, itu spesifik. Itu bertujuan untuk mencapai hasil, dan salah satunya mendorong kembali batas kepercayaan," ujarnya.

Mulai Negosiasi Pembicaraan Nuklir

Putin mengatakan dia dan Biden setuju untuk memulai negosiasi pembicaraan nuklir yang berpotensi menggantikan perjanjian New START yang membatasi senjata nuklir setelah berakhir pada 2026.

Washington memutuskan pembicaraan dengan Moskow pada tahun 2014 sebagai tanggapan atas pencaplokan Rusia atas Krimea Ukraina dan intervensi militernya untuk mendukung separatis di Ukraina timur. Pembicaraan dilanjutkan pada tahun 2017 tetapi mendapat sedikit daya tarik dan gagal menghasilkan kesepakatan tentang perpanjangan perjanjian START Baru selama pemerintahan Trump.

(aik/aik)