International Updates

Israel Gempur Gaza Usai Serangan Balon Api, Kematian Corona di AS 600 Ribu

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 16:27 WIB
An Israeli firefighter attempts to extinguish a fire caused by an incendiary balloon launched by Palestinians from the Gaza Strip, on the Israel-Gaza border, Israel, Tuesday, June 15, 2021. (AP Photo/Tsafrir Abayov)
ilustrasi (Foto: AP/Tsafrir Abayov)
Jakarta -

Angkatan Udara Israel melancarkan serangan udara di Jalur Gaza pada Rabu (16/6) dini hari waktu setempat, setelah para gerilyawan di wilayah Palestina mengirim balon api ke Israel selatan.

Seperti dilansir dari kantor berita AFP, Rabu (16/6/2021), serangan udara dan balon api ini menandai gejolak besar pertama antara Israel dan Gaza sejak gencatan senjata pada 21 Mei lalu mengakhiri 11 hari pertempuran sengit antara Israel dan kelompok Hamas yang menguasai Gaza. Pertempuran sengit tersebut menewaskan 260 warga Palestina dan 13 orang di Israel.

Menurut sumber-sumber Palestina, Angkatan Udara Israel menargetkan setidaknya satu lokasi di timur kota Khan Younes, Gaza selatan.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Rabu (16/6/2021):

- Angka Kematian Akibat Virus Corona di AS Tembus 600 Ribu

Jumlah total kematian akibat COVID-19 di Amerika Serikat kini telah mencapai 600.000 pada Selasa (15/6) waktu setempat. Jumlah ini hampir sama dengan jumlah warga Amerika yang meninggal karena kanker pada tahun 2019.

Di seluruh dunia, angka kematian COVID-19 mencapai sekitar 3,8 juta kematian.

Upaya vaksinasi di AS telah secara drastis menurunkan kasus infeksi virus Corona dan kematian setiap hari, serta memungkinkan negara itu bangkit dari kesuraman akibat pandemi.

Seperti dilansir Associated Press, Rabu (16/7/2021), dengan kedatangan vaksin pada pertengahan Desember 2020 lalu, kematian COVID-19 per hari di AS telah anjlok menjadi rata-rata sekitar 340 kematian, dari angka tertinggi lebih dari 3.400 kematian pada pertengahan Januari lalu. Jumlah kasus infeksi kini rata-rata sekitar 14.000 kasus sehari, turun dari seperempat juta kasus per hari selama musim dingin.

- Penembakan Massal di Chicago Tewaskan 4 Orang, 4 Luka Serius

Penembakan massal kembali terjadi di Amerika Serikat. Empat orang tewas dan empat lainnya luka-luka serius dalam insiden penembakan di sebuah rumah di kawasan Englewood, Chicago.

Polisi Chicago mengatakan ada pertengkaran di dalam sebuah rumah sebelum penembakan terjadi. Polisi mengatakan bahwa sebuah pesta tadinya akan diadakan di rumah tersebut.

Seperti diberitakan media lokal, ABC7 Chicago, Rabu (16/6/2021), empat orang dinyatakan tewas di tempat. Pemeriksa Medis Cook County mengidentifikasi Ratanya Rogers dari Chicago (28), sebagai salah satu dari empat korban. Anggota keluarga mengidentifikasi dua korban lainnya sebagai Denice Mathis dan Blake Lee. Kantor pemeriksa medis belum mengkonfirmasi identitas tersebut. Korban keempat belum teridentifikasi.

- Kim Jong Un Akui Situasi Pangan di Korea Utara Genting

Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un mengakui bahwa situasi pangan Korea Utara saat ini "genting", memicu kekhawatiran di negara yang menderita kelaparan dahsyat pada 1990-an yang menyebabkan ratusan ribu orang tewas.

Negara miskin, yang berada di bawah berbagai sanksi internasional atas senjata nuklir dan program rudal balistiknya itu, telah lama berjuang untuk memberi makan rakyatnya sendiri. Negeri komunis itu kerap menderita kekurangan pangan kronis.

Selanjutnya
Halaman
1 2