Israel Gelar Pawai Bendera di Yerusalem, Bisa Bentrok dengan Palestina

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 09:25 WIB
Yerusalem -

Kelompok nasionalis sayap kanan-jauh di Israel akan menggelar pawai bendera di dalam dan sekitar Kota Tua, Yerusalem Timur, pada Selasa (15/6) waktu setempat. Pawai bendera ini berisiko memicu bentrokan terbaru dengan warga Palestina.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (15/6/2021), faksi Palestina menyebut pawai bendera itu sebagai 'provokasi' dan menyerukan digelarnya aksi 'Hari Kemarahan' di Gaza dan Tepi Barat. Hamas yang menguasai Gaza bahkan memperingatkan konflik terbaru akan pecah jika pawai kontroversial itu tetap digelar.

"Kami memperingatkan dampak berbahaya yang mungkin timbul dari niat kekuatan pendudukan yang mengizinkan para pemukim ekstremis Israel untuk melakukan Pawai Bendera di Yerusalem besok," demikian pernyataan Perdana Menteri (PM) Palestina, Mohammad Shtayyeh, pada Senin (14/6).

Pawai yang digelar kelompok nasionalis dan sayap kanan-jauh Israel itu diketahui digelar tahunan, untuk memperingati pencaplokan Yerusalem Timur oleh Israel setelah perang Timur Tengah tahun 1967 silam. Biasanya pawai bendera itu akan melintasi Gerbang Damaskus dan Kawasan Muslim di Yerusalem Timur.

Untuk tahun ini, pawai bendera ini dialihkan rutenya demi menghindari Kawasan Muslim di Kota Tua. Pawai ini seharusnya digelar 10 Mei lalu, namun tertunda saat ketegangan yang memuncak di Yerusalem mendorong Hamas melancarkan serangan roket yang berujung pertempuran berdarah selama 11 hari dengan Israel.

Kelompok sayap kanan Israel menuduh pemerintah tunduk pada Hamas dengan mengubah rute pawai ini. Setelah sempat tertunda, pawai ini kembali dijadwalkan digelar usai gencatan senjata disepakati Israel dan Hamas sejak 21 Mei lalu.

Pawai bendera yang terbaru akan digelar pada Selasa (15/6) petang, sekitar pukul 18.30 waktu setempat. Pelaksanaan pawai bendera ini memberikan tantangan bagi PM baru Israel, Naftali Bennett, yang mulai menjabat pada Minggu (13/6) waktu setempat setelah melengserkan Benjamin Netanyahu yang menjabat selama 12 tahun terakhir.

Menteri Keamanan Dalam Negeri pada pemerintahan Bennett menyetujui pelaksanaan pawai bendera di Yerusalem ini pada Senin (14/6) waktu setempat.