International Updates

AS Imbau Warganya Tak Pergi ke RI, Kim Jong-Un Sebut K-Pop 'Kanker Ganas'

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 12 Jun 2021 18:09 WIB
The U.S. Capitol is seen between flags placed on the National Mall ahead of the inauguration of President-elect Joe Biden and Vice President-elect Kamala Harris, Monday, Jan. 18, 2021, in Washington.
ilustrasi (Foto: AP/Alex Brandon)
Jakarta -

Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan imbauan bagi warganya untuk mempertimbangkan kembali perjalanan ke Indonesia dikarenakan tingginya angka kasus infeksi virus Corona (COVID-19), terorisme, dan bencana alam.

Imbauan itu disampaikan dalam travel advisory yang dirilis Departemen Luar Negeri (Deplu) AS dalam laman travel.state.gov sejak Selasa (8/6) lalu. Disebutkan bahwa Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) telah mengeluarkan Pemberitahuan Kesehatan Perjalanan Level 3 untuk Indonesia dikarenakan COVID-19, yang menunjukkan tingkat COVID-19 yang tinggi di negara ini.

"Ada pembatasan yang berlaku yang mempengaruhi masuknya warga negara AS ke Indonesia. Tindakan karantina yang dijalankan pemerintah diberlakukan untuk semua orang asing," demikian postingan Deplu AS di laman travel.state.gov.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (12/6/2021):

- China-AS Tegang Bahas Asal-usul Corona, Taiwan dan HAM

Ketegangan mewarnai pembicaraan pejabat tinggi Amerika Serikat dan China. Pembicaraan dilakukan ketika Presiden AS Joe Biden melakukan debut internasionalnya di KTT Kelompok Tujuh (G7), dengan pemerintahannya menekan Beijing soal COVID-19, Taiwan dan hak asasi manusia (HAM).

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken, yang menyertai Biden pada KTT G7 di Inggris, berbicara melalui telepon dengan pejabat senior China Yang Jiechi. Ini merupakan pembicaraan pertama mereka sejak pertemuan langsung yang memanas di Alaska pada bulan Maret lalu.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (12/6/2021), dalam pembicaraan via telepon itu, Blinken mengulang tekanan AS terhadap China soal asal mula pandemi virus Corona yang telah menewaskan lebih dari 3,7 juta orang.

- Ribuan Kasus Corona Muncul di Malaysia Usai Perayaan Idul Fitri

Lonjakan kasus infeksi virus Corona di Malaysia banyak terjadi usai perayaan hari raya baru-baru ini. Kementerian Kesehatan Malaysia menyatakan, perayaan hari raya di Malaysia memicu 60 klaster COVID-19 yang melibatkan 3.511 kasus.

Seperti diberitakan Channel News Asia, Sabtu (12/6/2021), dari 13 Mei hingga 10 Juni, pihak berwenang mengatakan 58 klaster yang terkait dengan Hari Raya Idul Fitri dan dua klaster yang terkait dengan Hari Gawai telah terdeteksi. Hari Gawai merupakan pesta tahunan warga Dayak di Sarawak, Malaysia. Kementerian Kesehatan menyatakan, sebanyak 13.023 orang dites COVID-19, dengan 27 persen di antaranya positif.

Negeri bagian Sabah menyumbang jumlah klaster tertinggi dengan 11 klaster, dengan Sarawak dan Kedah masing-masing mencatat delapan dan tujuh klaster.

- Dukung Keluarga Muslim yang Dibunuh, Ribuan Warga Kanada Turun ke Jalan

Ribuan orang turun ke jalan untuk mendukung sebuah keluarga Muslim di Kanada yang ditabrak mati oleh seorang pria yang mengendarai truk pick-up pada hari Minggu (6/6) lalu. Empat anggota keluarga Muslim tersebut tewas dalam sebuah serangan yang digambarkan polisi sebagai kejahatan rasial. Polisi menyebut serangan itu telah direncanakan.

Keempat korban, yang mencakup tiga generasi, tewas ketika Nathaniel Veltman (20) menabrak mereka saat mereka sedang jalan-jalan sore di dekat rumah mereka. Anggota kelima keluarga tersebut, seorang anak laki-laki berusia 9 tahun, selamat.

Selanjutnya
Halaman
1 2