Politikus Korsel Minta Maaf Gegara Pakai Foto Tato BTS

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 17:44 WIB
BTS
Grup K-pop ternama asal Korsel, BTS (dok. HYBE)
Seoul -

Anggota parlemen termuda di Korea Selatan (Korsel), Ryu Ho-jeong, meminta maaf setelah memicu kritikan karena menggunakan gambar tato salah satu anggota grup K-pop ternama, BTS, untuk mempromosikan rancangan undang-undang (RUU) yang melonggarkan aturan tato di negara tersebut.

Seperti dilansir AFP, Kamis (10/6/2021), penggemar K-pop memang dikenal sangat melindungi idola mereka dan aksi Ryu tersebut menuai kemarahan di kalangan penggemar BTS.

Ryu yang merupakan anggota Partai Keadilan beraliran progresif ini juga dinilai tidak melakukan apapun untuk mengklaim dirinya mendapatkan dukungan anggota BTS, terutama Jungkook, yang gambar tatonya digunakan Ryu dalam kampanyenya di media sosial. Ryu bahkan dituduh menyeret BTS ke dalam politik.

Diketahui bahwa Korsel memiliki aturan pembatasan sangat ketat soal tato, yang meskipun tidak dianggap ilegal namun digolongkan sebagai prosedur medis dan hanya boleh dilakukan oleh seorang dokter yang memenuhi syarat. Para pelanggarnya bisa terancam hukuman penjara.

Meskipun tato semakin menyebar luas dalam beberapa tahun terakhir, banyak tokoh hiburan di Korsel harus menyembunyikan tato mereka dengan plester jika tampil di televisi.

Ryu, yang mengaku penggemar BTS, memposting foto Jungkook -- salah satu anggota grup K-pop ternama itu -- ke sejumlah akun media sosial miliknya. Foto itu menunjukkan tato yang menunjukkan sejumlah simbol dan kata 'ARMY' -- merujuk pada sebutan penggemar BTS -- tampak di tangan kanan Jungkook, sedangkan dalam foto lainnya, tato itu tertutup pakaian lengan panjang yang dipakainya.

"Pernahkah kalian melihat selebriti favorit kalian ditutupi perban di tubuh mereka? Pemandangan mengerikan ini adalah dampak dari aturan stasiun televisi soal tato," tulis Ryu dalam postingannya.

Ryu diketahui tengah mengajukan RUU untuk mengizinkan para seniman tato yang terlatih untuk mendapat sertifikasi secara legal.

Namun akun media sosial Ryu dibanjiri kritikan, termasuk lebih dari 1.000 komentar pada akun Facebook-nya. "Jangan gunakan selebriti untuk agenda politik Anda. Saya senang karena saya sudah berhenti mendukung partai Anda," demikian bunyi salah satu kritikan itu.

Anggota parlemen berusia 28 tahun yang mantan aktivis buruh ini, menuturkan kepada radio setempat pada Kamis (10/6) waktu setempat, bahwa dirinya ingin mempromosikan RUU yang diajukannya dengan menggunakan 'konten sehari-hari dan populer'.

"Saya meminta maaf jika ada yang tersinggung," ucapnya.

Namun Ryu tidak menghapus foto yang menuai kritikan itu dari media sosialnya, dan kritikan terus mengalir.

(nvc/ita)