Round-Up

Lagi-lagi Penembakan di AS Renggut Nyawa, Kini di California

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 27 Mei 2021 23:02 WIB
Penembakan terjadi di sebuah bengkel pemeliharaan gerbong kereta di San Jose, California, Amerika Serikat (AS). Sedikitnya 8 orang tewas dan pelaku turut tewas.
Penembakan tewaskan 8 orang di San Jose California. (Screenshoot AFP)
California -

Terjadi lagi penembakan di Amerika Serikat (AS), kali ini di California. Ini bukan penembakan biasa melainkan penembakan massal, meski penembakan massal juga sudah biasa di Negeri Paman Sam.

Delapan nyawa melayang gara-gara penembakan massal di San Jose, California, Rabu (26/5) pagi waktu setempat. Pelaku penembakan adalah pekerja pemeliharaan di Otoritas Transportasi Valley (VTA) bernama Sam Cassidy, usia 57 tahun.

Awalnya, suasana pagi seperti biasa di lokasi itu. Para korban sedang bekerja bersama-sama. Wali Kota Sam Liccardo menuturkan pelaku mengenal para korban.

"Jelas bahwa para korban dan semua rekannya mengenal pelaku penembakan dengan baik," kata dia.

Tiba-tiba penembakan brutal terjadi di bagian halaman rel tempat pekerja melakukan perawatan pada kendaraan LRT.

Para deputi sheriff tiba dengan cepat ke lokasi karena kantor mereka bersebelahan dengan lokasi penembakan. Polisi sempat terlibat baku tembak dengan Sam Cassidy, sebelum akhirnya si pelaku bunuh diri.

"Saya tahu pasti bahwa ketika tersangka mengetahui aparat penegak hukum ada di lokasi, dia mengakhiri hidupnya, para deputi kami ada di sana pada saat itu," ucap Sherif Santa Clara County, Russel Davis, dilansir CNN.

Ada yang aneh. Polisi juga menerima informasi keberadaan bahan peledak di dalam gedung transit. Senyampang itu, sebuah rumah di kawasan San Jose dilaporkan kebakaran, sumber menyebut rumah itu milik pelaku penembakan, Sam Cassidy. Motif penembakan massal ini sedang diselidiki polisi.

Gara-gara peristiwa yang menewaskan delapan orang ini, layanan light rail train (LRT) dihentikan sementara. Kompleks VTA merupakan layanan transit publik yang mengoperasikan bus dan layanan kereta ringan di Santa Clara Valley dan mempekerjakan sekitar 2.000 pekerja.

Selanjutnya, rentetan penembakan:

Selanjutnya
Halaman
1 2