Belarusia Dituduh 'Bajak' Pesawat Sipil Demi Tahan Aktivis Oposisi

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 24 Mei 2021 12:50 WIB
Ditakut-takuti bom, pesawat Ryanair ke Manchester dikosongkan
Ilustrasi pesawat Ryanair (dok. BBC World)

Penyebab pesawat sipil itu tiba-tiba berubah arah ada banyak versi, tergantung mana yang ingin dipercaya. Pihak maskapai Ryanair menyebut awaknya 'diberitahu oleh ATC (kontrol lalu lintas udara) Belarus soal potensi ancaman keamanan di pesawat dan diinstruksikan untuk mengalihkan penerbangan ke bandara terdekat, Minsk'.

Namun Belarus memberikan keterangan yang berbeda. Wakil Komandan Pasukan Pertahanan Udara, Mayor Jenderal Andrey Gurtsevich, mengklaim bahwa setelah awak Ryanair diberitahu soal 'dugaan bom di pesawat', sang kapten pilot-lah yang 'mengambil keputusan untuk mendarat di lapangan udara cadangan (Minsk-2)'.

Gurtsevich menyatakan bahwa sebuah jet tempur MiG29 dari Angkatan Udara Belarus dikerahkan untuk memantau penerbangan itu dan 'membantu' jika dibutuhkan. Klaim otoritas Belarus soal penyebab insiden itu banyak diragukan dan disambut kecaman oleh komunitas internasional.

Truk pemadam dikerahkan di sekitar pesawat dan pemeriksaan bagasi dilakukan secara besar-besaran usai pesawat Ryanair itu mendarat di Minsk, namun menurut maskapai Ryanair, tidak ada hal yang diinginkan yang ditemukan.

Satu alasan untuk meragukan klaim otoritas Belarus adalah, ketika mengubah arah, pesawat jenis Boeing 737 yang membawa 171 orang itu berada dalam posisi lebih dekat dengan tujuannya daripada dengan Minsk. Jika memang ada ancaman bom, memperpanjang penerbangan tentu menjadi keputusan salah.

Dalam tanggapannya, Menteri Transportasi Prancis, Jean-Baptiste Djebbari, terang-terangan menyatakan bahwa 'membajak pesawat tidak bisa diterima'.

Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab, menyebutnya sebagai 'aksi aneh oleh Lukashenko akan memiliki dampak serius'. Sedangkan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Belarus, Julie Fisher, menyatakan bahwa 'Lukashenko dan rezimnya kembali menunjukkan penghinaan untuk komunitas internasional dan warganya'.

"Memalsukan ancaman bom dan mengirimkan MiG-29s untuk memaksa @RyanAir ke Minsk demi menangkap jurnalis @Nexta atas tuduhan bermotif politik sungguh berbahaya dan menjijikkan," tegasnya.


(nvc/ita)