Round-Up

Surat Pemimpin Hamas ke Jokowi di Tengah Israel-Palestina Panas

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 20 Mei 2021 22:15 WIB
Senior Hamas leader Ismail Haniyeh, flashes the sign for victory after giving a speech during Friday prayers in the southern Gaza Strip town of Rafah on May 1, 2015. AFP PHOTO / SAID KHATIB / AFP PHOTO / SAID KHATIB
Foto: Ismail Haniyeh, pemimpin Hamas (AFP PHOTO / SAID KHATIB)
Gaza -

Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh berkirim surat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Surat itu dikirim di tengah panasnya konflik antara Israel dan Palestina.

Surat itu dikirim Haniyeh kepada Jokowi pada Selasa (18/5) lalu. Melalui surat itu, pimpinan militan Palestina itu meminta Jokowi untuk memobilisasi dukungan umat Islam dan internasional terhadap Palestina.

"Kami meminta Anda untuk segera bertindak dan memobilisasi dukungan Arab, Islam dan internasional, dan untuk mengambil sikap yang jelas dan tegas untuk mewajibkan pendudukan Israel segera menghentikan agresi dan terornya di Jalur Gaza," kata Haniyeh dalam suratnya, dilansir Anadolu Agency, Kamis (20/5/2021).

Haniyeh meminta Jokowi untuk menyerukan diakhirinya kekerasan terhadap warga Palestina di Yerusalem. Dia juga meminta Jokowi untuk menyerukan dihentikannya pengusiran paksa dan diskriminasi rasial terhadap warga Palestina.

"Termasuk skema Yudaisasi, permukiman, pengusiran paksa dan diskriminasi rasial, dan mencabut semua keputusan yang menargetkan pintu gerbang dan lingkungannya, terutama lingkungan Sheikh Jarrah," lanjutnya.

Selain itu, Haniyeh juga meminta Jokowi untuk menyatukan dukungan internasional guna mendesak Israel mundur dari Masjid Al-Aqsa, termasuk menghentikan kekerasan terhadap para jemaah serta memberikan hak mereka beribadah di masjid tersebut.

"Semoga Tuhan memberkati dan mengaruniakan kesuksesan, dan untuk kemajuan Indonesia lebih lanjut," kata Haniyeh.

Ini bukanlah surat pertama yang dikirim Hamas kepada Jokowi. Pada 10 Mei 2021 lalu, Haniyeh juga pernah mengirimkan surat ke Jokowi. Haniyeh saat itu mencari dukungan dan menyerukan umat Islam untuk berdiri bersama melawan agresi Israel di akhir bulan suci Ramadhan.

Juru bicara Presiden Fajdroel Rachman hingga kini belum menanggapi pertanyaan terkait surat tersebut.

Untuk diketahui, konflik antara militan Palestina Hamas dengan Israel masih terus memanas. Serangan demi serangan terus dilancarkan keduanya.

Hingga sore tadi waktu setempat, setidaknya 200 warga Palestina tewas akibat gempuran Israel. Dari 200 warga yang tewas itu, 65 di antaranya anak-anak. Lebih dari 1.620 warga juga dilaporkan terluka dalam serangan Israel ke Palestina sejak 10 Mei.

Sementara itu, dari sisi Israel, 12 warga Israel dilaporkan tewas dalam tembakan roket Palestina dari Jalur Gaza.

(mae/isa)