Duterte Larang Pejabat Bicara Soal Laut China Selatan di Depan Publik

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 18 Mei 2021 16:19 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte perintahkan militer dan polisi habisi pemberontak komunis, 9 orang tewas dibunuh aparat
Rodrigo Duterte (dok. BBC World)

"Jika kita harus berbicara, kita hanya berbicara di antara kita," tutur Duterte kepada beberapa anggota kabinetnya, termasuk Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana yang sebelumnya menyebut kehadiran kapal China sebagai 'serbuan'.

Ditambahkan Duterte bahwa juru bicara kepresidenan Filipina, Harry Roque, diperbolehkan membahas isu tersebut di depan publik.

China mengabaikan putusan mahkamah internasional tahun 2016 yang menyatakan klaim historis atas Laut China Selatan tidak berdasar. Duterte telah mengesampingkan putusan itu, dengan imbalan janji perdagangan dan investasi dari China, yang oleh para pengkritik disebut sebagian besar belum terwujud.


(nvc/ita)