Israel Klaim Serangannya ke Gaza Hancurkan Terowongan 15 Kilometer

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 17 Mei 2021 16:26 WIB
Serangan udara Israel di Jalur Gaza pada Minggu (16/5/2021), menghancurkan beberapa rumah dan menewaskan puluhan warga Palestina di Jalur Gaza. Ada 42 orang tewas, termasuk 10 anak-anak.
Ilustrasi -- Dampak serangan udara Israel di Gaza (dok. AP Photo)
Tel Aviv -

Israel menyebut gelombang serangan udara terbarunya yang dilancarkan besar-besaran ke Jalur Gaza pada Senin (17/5) pagi, telah menghancurkan terowongan militan sepanjang 15 kilometer. Israel juga mengklaim gempurannya menghancurkan rumah sembilan komandan Hamas, militan yang menguasai Gaza.

Seperti dilansir Associated Press, Senin (17/5/2021), penduduk Gaza menyebutnya gempuran terbesar sejak pertempuran kembali terjadi sepekan terakhir, bahkan menyebutnya lebih parah dari serangan udara sehari sebelumnya yang menewaskan 42 warga Palestina di Gaza dan menghancurkan tiga gedung.

Belum ada laporan korban jiwa akibat gempuran terbaru Israel.

Sebuah gedung tiga lantai di Gaza City rusak parah, tapi para penghuninya menyatakan militer memperingatkan mereka 10 menit sebelum serangan dan semua orang telah dievakuasi keluar. Disebutnya penduduk Gaza bahwa banyak dari serangan udara Israel yang mengenai area pertanian setempat.

Wali Kota Gaza, Yahya Sarraj, menuturkan kepada Al-Jazeera TV bahwa serangan udara Israel memicu kerusakan parah terhadap jalanan dan infrastruktur lainnya. "Jika agresi berlanjut, kita memperkirakan kondisinya semakin memburuk," ucapnya.

Dia juga memperingatkan bahwa pasokan bahan bakar dan suku cadang lainnya menipis di Gaza. Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) memperingatkan bahwa satu-satunya pembangkit listrik di Gaza kehabisan bahan bakar. Wilayah ini telah mengalami pemadaman listrik selama 8-12 jam setiap harinya dan air keran tidak bisa langsung diminum.

Dalam pernyataannya, militer Israel menyebut serangannya mengenai sembilan rumah di wilayah Gaza bagian utara, yang diyakini milik 'komandan level tinggi' di Hamas.

Tonton Video: Serangan Udara Israel Coba Bungkam Suara Media Internasional

[Gambas:Video 20detik]