Round-Up

Dua Telepon Joe Biden soal Serangan Israel ke Palestina

Tim detikcom - detikNews
Senin, 17 Mei 2021 05:16 WIB
US President Joe Biden gestures as he speaks on the anniversary of the start of the Covid-19 pandemic, in the East Room of the White House in Washington, DC on March 11, 2021. (Photo by MANDEL NGAN / AFP)
Presiden AS, Joe Biden (Foto: AFP/MANDEL NGAN)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden akhirnya angkat suara soal serangan dan bentrokan yang terjadi antara Israel dan Palestina sejak beberapa hari lalu. Diketahui Biden melangsungkan dua panggilan telepon dengan para pemimpin dari masing-masing negara guna membahas penyelesaian masalah yang menjadi pemicu memanasnya serangan di Jalur Gaza dan sejumlah wilayah lainnya.

Diketahui serangan dari Hamas dan Israel ke masing-masing wilayah diawali dari bentrokan pada hari-hari terakhir Ramadhan. Saat itu, bentrok terjadi dipicu permasalahan sengketa tanah pemukiman antara warga Palestina dan Yahudi di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur.

Lalu apa inti percakapan Biden dengan dua pemimpin tersebut? berikut ulasannya.

Biden Telepon Netanyahu

Seperti dilansir kantor berita AFP, Minggu (16/5/2021), dalam panggilan telepon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Sabtu (15/5), Biden menyampaikan keprihatinannya soal kekerasan yang meningkat. Biden menyatakan 'dukungan kuat' pada Israel untuk mempertahankan diri dari serangkaian serangan roket Hamas dan kelompok teroris lainnya sambil menekankan keprihatinan atas jatuhnya korban dari dua belah pihak.

"Dia (Biden) mengutuk serangan tanpa pandang bulu terhadap kota-kota di seluruh Israel," demikian disampaikan dalam pernyataan Gedung Putih.

Diketahui Hamas memberikan peringatan agar Israel menarik pasukannya dari Masjid Al-Aqsa. Namun hal itu tak dihiraukan hingga melancarkan serangan roket dari Jalur Gaza ke Israel.

Israel pun membalas dengan melancarkan gempuran senjata ke wiilayah Gaza. Aksi saling serang terus terjadi dan kian membuat dua wilayah konflik ini terus memanas hingga kini.

"Kita telah memulai, dan saya ulangi, telah mulai untuk menyerang target-target militer di Gaza," cetus juru bicara militer Israel, Jonathan Conricus. "Kita sudah mempersiapkan berbagai skenario, termasuk skenario intensitas tinggi... Hamas akan mendapatkan pesannya," imbuh Netanyahu yang menggelar rapat dengan jajaran petinggi militer Israel dan dinas keamanan Shin Bet.

Simak video 'Biden Telepon Netanyahu Minta Kekerasan Dihentikan':

[Gambas:Video 20detik]



Telepon Biden ke Abbas

Sementara itu, Biden juga menghubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas di tengah ketegangan konflik Israel dan Palestina. Komunikasi Biden dan Abbas adalah yang pertama kali sejak Biden menjabat sebagai presiden AS.

Seperti dilansir AFP, Minggu (16/5/2021) Biden meminta Abbas menggerakkan kelompok Hamas untuk menghentikan serangan roket ke Israel.

"Menekankan perlunya Hamas menghentikan penembakan roket ke Israel," demikian isi pernyataan Gedung Putih yang disampaikan.

Biden juga menekankan perlunya memikirkan solusi antar negara tersebut. Sehingga ada jalan terbaik dan konflik pun selesai.

"Menggarisbawahi komitmen kuatnya untuk solusi dua negara yang dinegosiasikan sebagai jalan terbaik untuk mencapai resolusi yang adil dan abadi dari konflik Israel-Palestina," demikian pernyataannya.

(izt/gbr)