International Updates

Israel Gempur Gaza, Puluhan Mayat Korban Corona Terdampar di Sungai India

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 18:13 WIB
Israel melancarkan gempuran udara ke wilayah Gaza, Palestina. Otoritas Gaza menyebut sedikitnya 20 orang tewas akibat gempuran udara itu.
Momen saat Israel menggempur wilayah Gaza (dok. AP Photo)
Jakarta -

Militer Israel menggempur wilayah Gaza setelah diserang rentetan roket. Puluhan mayat yang diduga korban virus Corona (COVID-19) ditemukan terdampar di Sungai Gangga, India, saat angka kematian melonjak beberapa waktu terakhir.

Sedikitnya 20 warga sipil termasuk sembilan anak-anak tewas akibat gempuran udara Israel pada Senin (10/5) waktu setempat. Gempuran ini disebut membalas serangan roket dari Hamas dan militan lainnya di Gaza.

Sementara itu, puluhan mayat diyakini dibuang ke Sungai Gangga karena pusat-pusat kremasi kewalahan melakukan pembakaran jenazah di tengah lonjakan kematian Corona atau karena keluarganya tidak mampu membeli pasokan kayu untuk proses kremasi.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Selasa (11/5/2021):

- 20 Orang Termasuk 9 Anak Tewas Akibat Gempuran Israel di Gaza

Israel melancarkan gempuran udara ke wilayah Gaza untuk merespons lebih dari 100 roket yang ditembakkan Hamas dan militan lainnya. Serangan roket terjadi setelah bentrokan pecah antara warga Palestina dan polisi Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem beberapa waktu terakhir.

Seperti dilansir AFP, Selasa (11/5/2021), laporan otoritas Gaza menyebut sedikitnya 20 orang tewas akibat gempuran udara Israel di wilayah Gaza pada Senin (10/5) waktu setempat. Disebutkan terdapat sembilan anak-anak di antara korban tewas.

Seorang komandan senior Hamas juga dilaporkan tewas akibat gempuran Israel itu. Ditambahkan otoritas Gaza bahwa 65 orang lainnya mengalami luka-luka.

- Anggota Parlemen AS Sebut Gempuran Israel di Gaza 'Aksi Terorisme'

Kecaman terhadap Israel yang menggempur Gaza hingga menewaskan 20 warga sipil, termasuk sembilan anak-anak, datang dari seorang anggota parlemen Amerika Serikat (AS), Ilhan Omar. Politikus Muslim AS ini menyebut gempuran Israel di Gaza sebagai 'aksi terorisme'.

"Serangan udara Israel yang menewaskan warga sipil di Gaza merupakan aksi terorisme," tegas Omar dalam pernyataannya via akun Twitter resminya, seperti dilansir kantor berita Turki, Anadolu Agency, Selasa (11/5/2021).

"Palestina berhak mendapatkan perlindungan. Tidak seperti Israel, program pertahanan rudal seperti Iron Dome, tidak ada untuk melindungi warga sipil Palestina," cetusnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2