Anggota Parlemen AS Sebut Gempuran Israel di Gaza 'Aksi Terorisme'

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 09:57 WIB
Washington DC -

Kecaman terhadap Israel yang menggempur Gaza hingga menewaskan 20 warga sipil, termasuk sembilan anak-anak, datang dari seorang anggota parlemen Amerika Serikat (AS), Ilhan Omar. Politikus Muslim AS ini menyebut gempuran Israel di Gaza sebagai 'aksi terorisme'.

"Serangan udara Israel yang menewaskan warga sipil di Gaza merupakan aksi terorisme," tegas Omar dalam pernyataannya via akun Twitter resminya, seperti dilansir kantor berita Turki, Anadolu Agency, Selasa (11/5/2021).

"Palestina berhak mendapatkan perlindungan. Tidak seperti Israel, program pertahanan rudal seperti Iron Dome, tidak ada untuk melindungi warga sipil Palestina," cetusnya.

"Tidak masuk akal untuk tidak mengecam serangan ini pada pekan Idul Fitri," imbuh Omar yang mewakili negara bagian Minnesota ini.

Omar merupakan salah satu dari dua wanita muslim AS pertama yang menjadi anggota parlemen AS. Dalam pernyataan pada Sabtu (8/5) waktu setempat, seperti dilansir Fox News, Omar juga memberikan komentar keras soal bentrokan warga Palestina dan polisi Israel di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, yang membuat ratusan warga Palestina luka-luka.

"Ini terjadi saat umat Muslim melakukan salat Tarawih (dan) Tahajud di Palestina. Keluarga-keluarga yang berdoa sepanjang malam selama Ramadan, masjid sudah seperti rumah. Warga Palestina berhak mencari perlindungan di masjid dan berhak atas kedamaian saat Ramadan. Di mana laporan media? (Bicaralah) Melawan teror pendudukan Israel," tulisnya via Twitter pada saat itu.

Satu politikus wanita Muslim AS lainnya, Rashida Tlaib, juga melontarkan komentar keras soal bentrokan di Masjid Al-Aqsa yang terjadi pekan lalu. Tlaib diketahui merupakan wanita keturunan Palestina-Amerika pertama yang menjadi anggota parlemen AS.

"Uang wajib pajak Amerika digunakan untuk melakukan pelanggaran HAM. Kongres harus mengkondisikan bantuan yang kita kirimkan ke Israel, dan mengakhirinya jika persyaratan itu tidak dipenuhi. Pernyataan saja tidak mempan @SecBlinken. Sudah cukup," tulis Tlaib via Twitter, merujuk pada Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken.

Selanjutnya
Halaman
1 2