Arab Saudi-UEA-Oman Tolak Rencana Israel Gusur Warga Palestina

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 10:11 WIB
A Saudi Arabian flag flies on Saudi Arabias consulate in Istanbul on October 4, 2018. - Jamal Khashoggi, a veteran Saudi journalist who has been critical towards the Saudi government has gone missing after visiting the kingdoms consulate in Istanbul on October 2, 2018, the Washington Post reported. (Photo by OZAN KOSE / AFP)
Ilustrasi (dok. AFP/OZAN KOSE)
Riyadh -

Penolakan tegas disampaikan oleh Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) dan Oman, terhadap rencana Israel untuk menggusur sejumlah keluarga Palestina dari rumah-rumah mereka di Yerusalem, khususnya Sheikh Jarrah, yang memicu bentrokan berdarah beberapa waktu terakhir.

Seperti dilansir Arab News, Senin (10/5/2021), rencana penggusuran keluarga Palestina di Sheikh Jarrah memicu aksi protes warga Palestina yang berkumpul di kompleks Masjid Al-Aqsa pada Jumat (7/5) pekan lalu, yang berujung bentrokan dengan polisi Israel.

Bentrokan berlanjut di beberapa lokasi lainnya di Yerusalem hingga Minggu (9/5) malam waktu setempat. Ratusan warga Palestina dan sejumlah polisi Israel dilaporkan luka-luka dalam bentrokan tersebut.

"Arab Saudi menolak rencana dan langkah Israel untuk mengusir puluhan warga Palestina dari rumah-rumah mereka di Yerusalem dan menerapkan kedaulatan Israel atas mereka," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Saudi.

UEA yang baru saja menormalisasi hubungan dengan Israel tahun lalu, menyatakan 'kecaman keras' atas rencana penggusuran tersebut.

Menteri Luar Negeri UEA, Khalifa Al-Marar, mendorong otoritas Israel 'memikul tanggung jawab mereka -- sesuai dengan hukum internasional -- untuk memberikan perlindungan yang diperlukan bagi hak-hak warga sipil Palestina untuk menjalankan agama mereka, dan untuk mencegah praktik yang melanggar kesucian Masjid Al-Aqsa yang suci'.

Dalam pernyataan terpisah, Oman juga menyampaikan penolakan atas kebijakan dan prosedur untuk menggusur warga Palestina dari rumah-rumah mereka di Yerusalem.

"Menegaskan posisinya teguh dalam mendukung hak yang sah untuk membentuk negara Palestina yang merdeka di perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya," demikian penegasan Kesultanan Oman dalam pernyataannya.

Tonton juga Video: Bentrok Warga Palestina Vs Polisi Israel Pecah Lagi di Yerusalem

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2