Sidang Kasus Penggusuran Palestina yang Picu Bentrok Al-Aqsa Ditunda

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 09:23 WIB
The Star of David and an Israeli flag are seen on top of a house in the Sheikh Jarrah neighbourhood of occupied east Jerusalem on May 5, 2021. - Israeli Jews backed by courts have taken over houses in Sheikh Jarrah in east Jerusalem on the grounds that Jewish families lived there before fleeing in Israels 1948 war for independence. The claimants seek to evict a total of 58 more Palestinians, according to the watchdog group Peace Now, and  Israels Supreme Court is set to announce a decision for four of those families on May 6, 2021. (Photo by Emmanuel DUNAND / AFP)
Bendera Israel dikibarkan di atap salah satu rumah di wilayah Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur (AFP/EMMANUEL DUNAND)
Yerusalem -

Kementerian Kehakiman Israel mengumumkan penundaan sidang penting terkait sengketa tanah di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, yang berpotensi memicu penggusuran sejumlah keluarga Palestina dari rumah mereka.

Potensi penggusuran itu diketahui memicu protes warga Palestina yang berujung bentrokan berdarah dengan polisi Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa baru-baru ini.

Seperti dilansir AFP, Senin (10/5/2021), rencananya sidang terbaru untuk sengketa tanah itu akan digelar pada Senin (10/5) waktu setempat. Namun Kementerian Kehakiman Israel pada Minggu (9/5) waktu setempat mengumumkan penundaan sidang setelah terjadi bentrokan antara warga Palestina dan polisi Israel.

"Dalam semua situasi dan sehubungan dengan permintaan Jaksa Agung, sidang reguler untuk besok, 10 Mei 2021, dibatalkan," demikian pernyataan Kementerian Kehakiman Israel.

Ditambahkan Kementerian Kehakiman Israel bahwa jadwal baru untuk sidang sengketa tanah itu akan diumumkan dalam waktu 30 hari ke depan.

Ratusan warga Palestina dan sejumlah polisi Israel mengalami luka-luka dalam bentrokan yang terjadi beberapa hari terakhir, baik di area sekitar Sheikh Jarrah maupun di kompleks Masjid Al-Aqsa pekan lalu.

Diketahui bahwa sengketa tanah ini berawal sebelum pembentukan negara Israel, saat sekelompok kecil komunitas Yahudi tinggal di Sheikh Jarrah. Setelah Israel menyatakan kemerdekaan dan terjadi perang Arab-Israel tahun 1948 silam, wilayah Yerusalem Timur berada di bawah kendali Yordania.

Selanjutnya
Halaman
1 2