Iran Sebut Aksi Polisi Israel di Masjid Al-Aqsa 'Kejahatan Perang'

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 08 Mei 2021 17:45 WIB
Israeli seurity forces advance amid clashes with Palestinian protesters at the al-Aqsa mosque compound in Jerusalem, on May 7, 2021. (Photo by Ahmad GHARABLI / AFP)
Bentrokan antara polisi Israel dan warga Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, pada Jumat (7/5) waktu setempat (AFP/AHMAD GHARABLI)
Teheran -

Otoritas Iran menyebut tindakan polisi Israel dalam bentrokan terbaru dengan warga Palestina di Masjid Al-Aqsa mengarah pada 'kejahatan perang'. Iran menyerukan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk mengecam Israel terkait bentrokan tersebut.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (8/5/2021), bentrokan antara warga Palestina dan polisi Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa diawali oleh aksi warga Palestina memprotes potensi penggusuran sejumlah keluarga Palestina yang tanahnya di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, diklaim oleh para pemukim Yahudi.

Kemarahan warga Palestina memuncak setelah sejumlah keluarga Palestina terancam digusur usai pengadilan distrik Yerusalem memutuskan tanah yang menjadi tempat tinggal mereka secara legal dimiliki para pemukim Yahudi. Sengketa tanah di Sheikh Jarrah itu telah memicu pertikaian selama bertahun-tahun.

Bentrokan dengan polisi Israel pecah setelah waktu berbuka puasa pada Jumat (7/5), dengan polisi Israel dilaporkan menembakkan peluru karet dan granat kejut, serta mengerahkan meriam air untuk membubarkan demonstran Palestina. Keterangan Kepolisian Israel menyebut demonstran Palestina melemparkan batu, botol, kembang api dan benda-benda lainnya ke arah polisi Israel.

Sedikitnya 205 warga Palestina dan 17 polisi Israel mengalami luka-luka dalam bentrokan tersebut.

"Iran mengecam serangan terhadap Masjid Al-Aqsa ... oleh militer rezim pendudukan Quds (Yerusalem)," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, dalam pernyataannya.

"Kejahatan perang ini sekali lagi membuktikan kepada dunia soal perilaku kriminal dari rezim Zionis yang tidak sah," tegasnya.

"Iran menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan institusi internasional terkait lainnya untuk bertindak sesuai kewajiban mereka dalam menghadapi kejahatan perang ini," cetus Khatibzadeh dalam pernyataannya.

Selanjutnya
Halaman
1 2