Round-Up

Sumpah Serapah Menteri Filipina Akibat Kapal China Bikin Gerah

Tim detikcom - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 22:02 WIB
In this March 7, 2021, photo provided by the Philippine Coast Guard/National Task Force-West Philippine Sea, some of the 220 Chinese vessels are seen moored at Whitsun Reef, South China Sea. The Philippine government expressed concern after spotting more than 200 Chinese fishing vessels it believed were crewed by militias at a reef claimed by both countries in the South China Sea, but it did not immediately lodge a protest. (Philippine Coast Guard/National Task Force-West Philippine Sea via AP)
Kapal-kapal China di perairan sengketa di Laut China Selatan yang diprotes Filipina (dok. Philippine Coast Guard/National Task Force-West Philippine Sea via AP)

Ketegangan Belum Reda

Ketegangan antara Filipina dengan China terkait sengketa laut China Selatan belum juga reda meski ada utang budi Presiden Filipina, Duterte di baliknya. Yang terbaru, Duterte menegaskan tidak akan menarik kapal-kapal Angkatan Laut dan penjaga pantai yang berpatroli di laut China Selatan.

Ketegangan di laut yang diklaim China hampir seluruhnya itu, awalnya meningkat ketika Beijing menolak untuk menarik kapal-kapalnya dari ZEE Filipina. Tak hanya itu, ketegangan semakin menjadi lantaran Manila pun meningkatkan patroli maritim di laut tersebut.

Kini Duterte berada di bawah tekanan pihak dalam negeri Filipina untuk mengambil tindakan tegas dan lebih keras kepada China. Namun demikian Duterte enggan menghadapi China terkait persoalan tersebut lantaran dia membina hubungan yang lebih dekat dengan raksasa ekonomi itu.

Duterte sempat menyatakan pada Rabu (28/4) malam waktu setempat, bahwa meski Filipina berhutang budi kepada "teman baiknya" China untuk banyak hal, termasuk vaksin gratis COVID-19, namun klaim negaranya atas perairan itu "tidak dapat ditawar".

"Saya akan memberi tahu China, kami tidak ingin masalah, kami tidak ingin perang. Tetapi jika Anda menyuruh kami pergi - tidak," kata Duterte.

"Ada hal-hal yang sebenarnya tidak bisa dikompromikan, seperti kami mundur. Ini sulit. Saya berharap mereka mengerti, tapi saya juga memiliki kepentingan negara yang harus dilindungi," imbuhnya.

Pernyataan ini disampaikan Duterte setelah Departemen Pertahanan Filipina menyatakan "China tidak memiliki urusan untuk memberi tahu Filipina apa yang dapat dan tidak dapat kami lakukan dengan perairan kami sendiri".

Halaman

(jbr/yld)