International Updates

Dokter India Bunuh Diri, Kapal Induk China Latihan di Laut China Selatan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 03 Mei 2021 16:08 WIB
A relative of a person who died of COVID-19 is consoled by another during cremation in Jammu, India, Sunday, April 25, 2021. Delhi has been cremating so many bodies of coronavirus victims that authorities are getting requests to start cutting down trees in city parks, as a second record surge has brought Indias tattered healthcare system to its knees. (AP Photo/Channi Anand)
ilustrasi (Foto: AP/Channi Anand)

Seperti dilansir Channel News Asia, Senin (3/5/2021), rumah sakit, kamar mayat, dan krematorium di India kewalahan seiring negara itu telah melaporkan lebih dari 300.000 kasus baru setiap hari selama lebih dari 10 hari berturut-turut. Banyak keluarga yang harus berjuang sendiri untuk mendapatkan obat-obatan dan oksigen.

Bahkan pada hari Sabtu (1/5) lalu, India untuk pertama kalinya mencatat lebih dari 400.000 kasus baru infeksi Corona dalam waktu 24 jam terakhir. Ini merupakan rekor baru di India, dan India menjadi negara pertama di dunia yang mencatat jumlah kasus harian lebih dari 400 ribu kasus.

- Sebulan Tangani Pasien Corona di ICU, Dokter India Bunuh Diri

Seorang dokter berusia 36 tahun di India yang telah merawat pasien COVID-19 selama hampir sebulan di ICU rumah sakit, tewas bunuh diri karena frustrasi.

Dr Vivek Rai adalah seorang dokter di sebuah rumah sakit swasta di ibu kota India, New Delhi. Dia berasal dari Gorakhpur, negara bagian Uttar Pradesh.

Seperti diberitakan media lokal, India Today, Senin (3/5/2021), berbicara tanpa menyebut nama, salah satu rekan dr Rai mengatakan dia bertugas di unit COVID-19 selama satu bulan terakhir dan menangani pasien ICU.

"Dia akan memberikan CPR kepada sekitar tujuh hingga delapan pasien setiap hari. Meskipun ada upaya, tidak banyak yang bisa bertahan," katanya, seraya menambahkan bahwa dr Rai "frustrasi" dengan situasi dan kondisi pasien yang ada.

- Kapal Induk China Gelar Latihan Militer di Laut China Selatan

Kapal induk China, Shandong, telah menggelar latihan militer di perairan Laut China Selatan yang menjadi sengketa. Latihan ini digelar setelah China mengkritik Amerika Serikat (AS) karena mengerahkan kapal Angkatan Laut-nya ke perairan strategis tersebut.

Seperti dilansir Associated Press, Senin (3/5/2021), latihan yang digelar kapal induk China ini disebut sebagai latihan rutin tahunan oleh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), nama resmi militer China.

Juru bicara Angkatan Laut China, Gao Xiucheng, dalam pernyataannya menyebut latihan kapal induk Shandong itu sepenuhnya sah dan merupakan bagian dari upaya menjaga kedaulatan nasional, keamanan dan kepentingan pembangunan, serta menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

"Kami mengharapkan dunia luar akan memandangnya secara objektif dan rasional. Di masa mendatang, Angkatan Laut China akan terus menggelar latihan serupa seperti yang direncanakan," tutur Gao dalam pernyataannya.

Halaman

(ita/ita)