2 Jurnalis Spanyol Tewas Saat Produksi Film Dokumenter di Burkina Faso

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 01 Mei 2021 00:42 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Foto: Ilustrasi/Thinkstock

Rumah produksi Beriain di Madrid, 93 Metros, mengatakan kedua pria itu adalah jurnalis berpengalaman. Sementara seorang sutradara, Adriano Moran menggambarkan rekan-rekannya sebagai 'badai kebenaran'.

"Beriain berhasil masuk ke dalam FARC di Kolombia, dia menunjukkan kepada kami kebenaran sebenarnya dari peran Spanyol selama perang Irak dan menunjukkan kepada kami pandangan yang tidak diketahui pada Taliban di Afghanistan. Setiap kali dia kembali dari perjalanan, kami semua berdiri dan bertepuk tangan, yang tidak dia sukai," kata Moran.

"David, dengan gaya dan kemampuan yang kuat untuk menginspirasi kepercayaan, kekuatan, dan kebaikan, mampu menunjukkan realitas paling kompleks dan tidak adil di planet ini dengan kesuksesan besar penonton," tambahnya.

Moran mengatakan bahwa dia tidak hanya kehilangan pasangan, tetapi juga "salah satu teman terbaik saya".

Sutradara itu menambahkan bahwa dia tidak begitu mengenal Fraile, tetapi menggambarkan dia sebagai "seorang reporter berpengalaman yang sudah beberapa kali dekat dengan kematian,".

"Dia adalah tipe orang yang sama. Rendah hati, berpendidikan, sangat bijaksana dan tenang. Orang yang luar biasa, yang kerendahan hatinya hanya sebanding dengan kapasitas profesionalnya yang luar biasa," jelas Moran.

Reporters Without Borders Spanyol juga memberikan penghormatan atas karya kedua jurnalis tersebut dalam sebuah postingan Twitter.

"David Beriain dan Roberto Fraile terbunuh saat mereka membuat salah satu laporan terbesar mereka tentang pelestarian alam. Terlepas dari kesedihan kami, (kami) bangga dengan komitmen mereka terhadap kenyataan yang sulit dan terlupakan," tulis tweet tersebut.


(lir/lir)