2 Jurnalis Spanyol Tewas Saat Produksi Film Dokumenter di Burkina Faso

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 01 Mei 2021 00:42 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Burkina Faso -

Dua orang jurnalis Spanyol dan seorang warga negara Irlandia dinyatakan tewas setelah mereka diculik dalam patroli dan dokumentasi anti perburuan di Burkina Faso pada Senin waktu setempat. Hal itu dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez.

"Kabar terburuk telah dikonfirmasi. Semua kasih sayang kami untuk keluarga," tulis Sanchez melalui akun Twitternya, seperti dilansir CNN, Jumat (30/4/2021).

Sanchez mengatakan kedua jurnalis itu bernama David Beriain dan Roberto Fraile.

Keduanya adalah bagian dari 40 orang yang berpatroli di taman nasional dekat perbatasan Burkina Faso dan Benin di Afrika Barat. Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Spanyol Arancha Gonzalez Laya pada konferensi pers di Madrid Selasa tak lama sebelum kematian mereka secara resmi dikonfirmasi.

Gonzalez Laya mengatakan dua wartawan yang berasal dari Spanyol utara itu bersama seorang warga negara Irlandia dan menggambarkan daerah itu sebagai 'berbahaya' karena 'teroris dan bandit' diketahui beroperasi di sana.

Gonzalez Laya mengatakan jurnalis Spanyol itu membuat film dokumenter tentang upaya Burkina Faso untuk melindungi cagar alam, termasuk dari perburuan. Dia menambahkan pihak berwenang masih berusaha memastikan peristiwa seputar kematian karena informasi tentang apa yang terjadi 'membingungkan'

Warga negara Irlandia tersebut kemudian diidentifikasi sebagai Rory Young, salah satu pendiri dan CEO Chengeta Wildlife, sebuah badan amal perlindungan satwa liar dan anti perburuan.

Organisasi tersebut mengkonfirmasi kematiannya di akun media sosialnya, mereka menyampaikan 'pemikiran dan doa' kepada keluarga dan menggambarkan Young sebagai 'pemimpin yang inspiratif'.

Badan amal tersebut mengatakan bahwa Young memimpin patroli perlindungan satwa liar dengan para jurnalis yang mendokumentasikan pekerjaannya. Namun mereka 'diserang oleh teroris'.

Kementerian komunikasi Burkina Faso mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa waktu setempat bahwa kelompok yang terdiri dari pasukan militer dan orang asing itu diserang oleh orang-orang bersenjata saat berada di Pama pada Senin pagi.

"Menurut berita pertama yang tersedia, selama perjalanan mereka, tim menemukan posisi yang dipegang oleh teroris yang melepaskan tembakan," kata pernyataan kementerian itu.

"Untuk saat ini, identitas para penculik belum diketahui dengan jelas," katanya.