Corona Mengganas, Partai Penguasa India Akui Bertanggung Jawab

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 30 Apr 2021 10:02 WIB
A relative of a person who died of COVID-19 is consoled by another during cremation in Jammu, India, Sunday, April 25, 2021. Delhi has been cremating so many bodies of coronavirus victims that authorities are getting requests to start cutting down trees in city parks, as a second record surge has brought Indias tattered healthcare system to its knees. (AP Photo/Channi Anand)
Warga India yang kerabatnya meninggal akibat Corona tak kuasa menahan kesedihan saat proses kremasi (dok. AP/Channi Anand)

Menurut model prediksi Institut Metrik dan Evaluasi Kesehatan pada Universitas Washington, jumlah kematian Corona di India diproyeksikan akan terus naik hingga pertengahan Mei mendatang. Prediksi menyebut jumlah korban tewas bisa melebihi 13 ribu orang dalam sehari -- empat kali lipat dari tambahan kematian harian saat ini.

Diketahui bahwa PM Modi dan BJP dihujani kritikan karena tetap menggelar kampanye politik massal di Benggala Barat menjelang pemilu daerah. Pemungutan suara telah selesai digelar pada Kamis (29/4) waktu setempat, usai dilaksanakan secara maraton selama beberapa hari.

Saat ditanya oleh Amanpour soal kenapa BJP tetap menggelar kampanye meski kasus Corona melonjak, Taneja berdalih bahwa Komisi Pemilu India yang memiliki wewenang 'otonom' yang bertanggung jawab karena mengizinkan pemilu digelar dalam waktu 1,5 bulan. Menurut Taneja, pemerintah tidak bisa memberi arahan kepada Komisi Pemilu India.

Taneja menyatakan BJP 'tidak punya opsi' lain selain mematuhi keputusan Komisi Pemilu yang menetapkan tanggal digelarnya pemilu daerah. "Kami sebagai partai politik -- dalam hal ini, semua partai politik di India -- tidak memiliki opsi selain mengikutinya," sebutnya.

Namun demikian, Taneja mengakui bahwa kampanye yang digelar dengan dihadiri ribuan orang telah memberikan masyarakat 'semacam pesan bahwa COVID telah berakhir, ancaman COVID telah usai, itu sedikit disayangkan, tapi seperti saya katakan, itu bukan berada di tangan pemerintah'.

Lebih lanjut, meski situasinya mengkhawatirkan, Taneja meyakini India akan bisa mengatasi krisis pandemi Corona segera. "Fokus kami adalah bagaimana kami pada dasarnya sekarang bisa mengalahkan COVID dan mengatasi ini. Saya bisa menyatakan kepada Anda bahwa kami akan mengatasinya dan akan segera mengatasinya," tandasnya.

Simak video 'Suara Putus Asa dari India: Tak Ada yang Bisa Membantu':

[Gambas:Video 20detik]




(nvc/ita)