17 Pekerja Migran Ditemukan Tewas di Atas Kapal di Kepulauan Canary Spanyol

Eva Safitri - detikNews
Selasa, 27 Apr 2021 05:43 WIB
AT SEA - MARCH 29: Two lifeguards from the Spanish NGO Open Arms approach a wooden boat to rescue 84 migrants of different nationalities on March 29, 2021 in At Sea, Unspecified. The Spanish NGO Open Arms rescued passengers in two wooden boats, with 84 and 97 people respectively. The Open Arms vessel now has a total of 219 migrants, rescued in the Malta SAR (Search and Rescue) zone. (Photo by Carlos Gil/Getty Images)
Ilustrasi pekerja migran (Foto: Getty Images/Carlos Gil)
Spanyol -

Sebanyak 17 pekerja migran ditemukan tewas di sebuah kapal di lepas pantai El Hierro di Kepulauan Canary, Spanyol pada Senin. Tiga orang lainnya berhasil diselamatkan, kata layanan penyelamatan maritim.

Dilansir dari AFP, Selasa (27/4/2021), kapal itu terlihat sekitar 265 mil laut tenggara El Hierro. Sebuah helikopter angkatan udara dikerahkan untuk mengangkut tiga orang yang selamat, kata seorang juru bicara layanan tersebut.

"Ketiganya mengalami hipotermia tetapi dalam kondisi yang baik," katanya kepada AFP.

Para migran di kapal itu semuanya adalah orang Afrika sub-Sahara. Hingga saat ini, belum jelas dari mana kapal itu berangkat.

Sebelumnya, awal bulan ada empat orang ditemukan tewas di sebuah perahu darurat yang ditemukan di selatan El Hierro, dengan 23 migran di dalamnya.

Jarak terpendeknya, laut yang menyeberang ke pulau-pulau Atlantik dari pantai Maroko berjarak sekitar 100 kilometer (60 mil), tetapi itu adalah rute yang terkenal berbahaya karena arus yang kuat. Kapal juga biasanya penuh sesak dan dalam kondisi buruk.

Kedatangan migran di nusantara melonjak setelah peningkatan patroli di sepanjang pantai selatan Eropa secara dramatis mengurangi penyeberangan ke benua melalui Mediterania.

Sekitar 3.400 orang tiba di Canaries antara 1 Januari dan 31 Maret tahun ini, dibandingkan dengan kurang dari setengah jumlah itu pada periode yang sama pada tahun 2020.

Kelompok hak asasi manusia telah memperingatkan bahwa krisis Covid-19 telah memicu efek penerbangan, dengan mereka yang bekerja di bidang pariwisata, memancing, atau pekerjaan kasual lainnya memilih untuk menyeberangi Atlantik atau membantu orang lain melakukannya dengan perahu mereka setelah kehilangan uang oleh kehancuran ekonomi yang dipicu oleh pandemi.

Lihat juga Video: Ribuan Pekerja Migran di India Terpaksa Mudik Akibat Lockdown

[Gambas:Video 20detik]



(eva/eva)