International Updates

PM Pakistan Minta Setop Demo Anti-Prancis, 5 Orang Ditusuk di Masjid Albania

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 20 Apr 2021 16:41 WIB
Bentrokan antara simpatisan Tehrik-e-Labaik Pakistan (TLP) dan polisi terjadi di Karachi, Pakistan, Senin (19/4/2021) waktu setempat. Dalam bentrokan itu sejumlah massa tampak melemparkan kembali tabung gas air mata yang ditembakkan polisi. AP Photo/Fareed Khan.
simpatisan partai TLP bentrok dengan polisi Pakistan (Foto: AP/Fareed Khan)

Seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (20/4/2021), kerusuhan telah mengguncang negara itu selama seminggu terakhir sejak pemimpin partai Tehreek-e-Labbaik Pakistan (TLP) ditahan setelah menyerukan aksi demo di ibu kota Pakistan, Islamabad untuk mengusir Dubes Prancis.

Pada hari Minggu (18/4) waktu setempat, 11 petugas polisi ditangkap oleh pengunjuk rasa selama bentrokan dan disandera selama berjam-jam di masjid TLP, tempat ratusan pendukung kelompok itu masih berkumpul.

- Pria Berpisau Tiba-tiba Menusuk 5 Orang di Masjid Albania

Seorang pria bersenjata pisau tiba-tiba menyerang para jamaah di sebuah masjid di ibu kota Albania, Tirana.

Polisi mengatakan pria tersebut memasuki masjid Dine Hoxha pada Senin (19/4) sekitar pukul 14:30 waktu setempat dan melukai lima orang yang beribadah di sana.

Seperti dilansir media Euronews, Selasa (20/4/2021), seorang tersangka penusukan berusia 34 tahun dari kota Burrel ditangkap di tempat kejadian dan ditahan. Tidak disebutkan mengenai identitas tersangka.

Kelima orang yang terluka, semuanya pria berusia 22 tahun hingga 35 tahun. Mereka telah dibawa ke rumah sakit dan tidak dilaporkan berada dalam kondisi yang mengancam jiwa.

- Waduh, 49 Penumpang dalam Pesawat Maskapai India Positif Corona

Sedikitnya 49 penumpang yang terbang dengan sebuah pesawat maskapai India dari New Delhi menuju Hong Kong dinyatakan positif virus Corona (COVID-19). Kasus ini terdeteksi sebelum otoritas Hong Kong menghentikan sementara penerbangan dari India yang mengalami lonjakan kasus Corona.

Seperti dilansir AFP, Selasa (20/4/2021), puluhan penumpang yang terinfeksi Corona itu semuanya terbang ke Hong Kong dengan menggunakan sebuah pesawat maskapai India, Vistara, pada 4 April lalu.

Terdeteksinya puluhan kasus Corona ini tergolong signifikan, karena Hong Kong selama ini mencatat lebih sedikit kasus harian Corona dari yang terdeteksi dalam satu penerbangan dari India tersebut. Hong Kong berhasil mengendalikan gelombang keempat Corona pada Januari lalu.

Mulai Senin (19/4) waktu setempat, otoritas Hong Kong memberlakukan larangan selama dua pekan untuk seluruh penerbangan dari India, Pakistan dan Filipina. Hong Kong mengkategorikan ketiga negara itu sebagai 'berisiko sangat tinggi' setelah mendeteksi varian mutan Corona yang disebut N501Y untuk pertama kalinya.

Halaman

(ita/ita)