Didemo Partai Radikal, Pakistan Minta Parlemen Putuskan Nasib Dubes Prancis

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 20 Apr 2021 14:07 WIB
Bentrokan antara simpatisan Tehrik-e-Labaik Pakistan (TLP) dan polisi terjadi di Karachi, Pakistan, Senin (19/4/2021) waktu setempat. Dalam bentrokan itu sejumlah massa tampak melemparkan kembali tabung gas air mata yang ditembakkan polisi. AP Photo/Fareed Khan.
aksi demo anti-Prancis telah menewaskan beberapa polisi Pakistan (Foto: AP/Fareed Khan)
Jakarta -

Pemerintah Pakistan akan meminta parlemen untuk memutuskan nasib Duta Besar (Dubes) Prancis, sebagai upaya untuk menenangkan partai radikal yang mengancam akan terus menggelar aksi protes jika sang Dubes tidak diusir dari Pakistan.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (20/4/2021), Menteri Dalam Negeri Pakistan Sheikh Rashid Ahmed mengatakan pada Selasa (20/4), resolusi tentang diplomat tertinggi Prancis itu akan diajukan ke Majelis Nasional, majelis rendah parlemen yang akan bersidang pada hari Kamis (22/4). Disebutkan bahwa partai radikal yang telah dilarang pemerintah Pakistan, Tehreek-i-Labbaik Pakistan (TLP) telah setuju untuk membatalkan semua aksi protesnya di seluruh negeri.

Belum ada pernyataan dari kelompok tersebut mengenai hal ini.

TLP telah melancarkan kampanye anti-Prancis selama berbulan-bulan sejak Presiden Prancis Emmanuel Macron membela hak majalah satir Charlie Hebdo untuk menerbitkan ulang kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad.

Kampanye itu meletus menjadi kekerasan berdarah pekan lalu setelah penangkapan pemimpin TLP usai menyerukan aksi demo di Islamabad, ibu kota Pakistan untuk menuntut pengusiran Dubes Prancis.

Polisi di kota Lahore mengatakan setidaknya enam polisi telah tewas dalam bentrokan dengan para demonstran pendukung TLP. Sementara 11 polisi lainnya sempat disandera selama beberapa jam di masjid TLP - tempat ratusan pendukung partai masih berkumpul.

TLP mengatakan beberapa pendukungnya juga tewas dalam bentrokan dengan polisi.

Selanjutnya
Halaman
1 2