Tetap Kampanye Saat Corona Menggila, PM India Dikritik Habis-habisan

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 20 Apr 2021 13:36 WIB
FILE PHOTO: Indias Prime Minister Narendra Modi speaks during the Vibrant Gujarat Global Summit in Gandhinagar, India, January 18, 2019. REUTERS/Amit Dave/File Photo
Narendra Modi (dok. REUTERS/Amit Dave)
New Delhi -

Banyak warga India melontarkan kritikan terhadap Perdana Menteri (PM) Narendra Modi terkait cara menangani lonjakan kasus virus Corona (COVID-19) beberapa waktu terakhir. Sejumlah warga mengaku muak dengan Modi yang tetap menggelar kampanye politik yang dihadiri puluhan ribu orang di tengah pandemi.

Seperti dilansir Reuters dan Channel News Asia, Selasa (20/4/2021), selain tetap menggelar kampanye, Modi juga dikritik karena membiarkan umat Hindu berkerumun saat festival keagamaan yang menarik perhatian jutaan orang.

Tagar yang berbunyi #ResignModi dan #SuperSpreaderModi menjadi trending di Twitter selama dua hari terakhir.

Situasi pandemi di India memburuk dalam beberapa pekan terakhir setelah negara ini mencatatkan jumlah kasus harian Corona yang lebih tinggi dari negara-negara lain. Pada Senin (19/4), India kembali mencetak rekor kasus harian tertinggi di wilayahnya, dengan mencatat lebih dari 273.810 kasus Corona dalam sehari.

Jenazah korban tewas akibat Corona kini bertumpuk di rumah duka dan krematorium, dengan rumah-rumah sakit setempat kewalahan menangani pasien Corona. Banyak rumah sakit yang melaporkan kekurangan tempat tidur, pasokan tabung oksigen medis dan sarana untuk tes Corona.

Total kematian akibat Corona di India sejauh ini telah melampaui 180 ribu orang, dengan total kasus Corona melebihi 15,3 juta kasus. Pada Selasa (20/4) waktu setempat, seperti dilansir Business Standard, India mencatat 259.710 kasus Corona dengan 1.761 kematian dalam 24 jam terakhir.

Dengan situasi ini, tetap saja Modi dan jajaran menterinya menggelar kampanye politik yang dihadiri massa menjelang pemilu daerah di Benggala Barat. Hasil jajak pendapat terbaru menunjukkan Partai Bharatiya Janata (BJP) yang menaungi Modi bersaing ketat dengan partai lain yang menguasai wilayah tersebut.

"Anda menggelar kampanye saat orang-orang menuju pemakaman," ucap kepala data Departemen Ilmu Pengetahuan dan Teknologi setempat, Akhilesh Jha, dalam kritikan langkah dari seorang pejabat pemerintahan India.

Simak video 'Ribuan Pekerja Migran di India Terpaksa Mudik Akibat Lockdown':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2