Round-Up

Rusia vs AS Makin Panas!

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 16 Apr 2021 20:04 WIB
Percakapan telepon pertama Biden dan Putin, apa saja yang dibicarakan?
Foto: Vladimir Putin dan Joe Biden (BBC World)
Jakarta -

Hubungan Amerika Serikat (AS) dan Rusia kian memanas. Hubungan yang memanas ini dimulai saat AS mengusir sejumlah diplomat Rusia.

Sebagaimana diketahui, pada Kamis (15/4) waktu setempat, otoritas AS mengumumkan penjatuhan sanksi-sanksi ekonomi terbaru untuk Rusia dan pengusiran 10 diplomat Rusia di wilayahnya. Langkah itu merupakan balasan atas campur tangan Rusia dalam pemilu AS, serangan siber besar-besaran yang didalangi peretas AS dan berbagai aktivitas jahat Rusia lainnya terhadap AS.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, dalam pernyataannya menegaskan bahwa tanggapan dari Rusia untuk sanksi baru AS 'tak terelakkan'. Dia juga mengungkapkan bahwa Rusia memanggil Duta Besar AS di Moskow, John Sullivan, untuk meminta penjelasan soal langkah AS tersebut.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, menyerukan Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk meredakan ketegangan terkait Ukraina dalam percakapan telepon terbaru. Biden juga mengajak Putin untuk bertemu guna membahas situasi terkini di perbatasan Ukraina setelah Rusia menambah pengerahan militer.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (14/4/2021), Gedung Putih dan Kremlin melaporkan bahwa percakapan telepon terbaru antara Biden dan Putin dilakukan pada Selasa (13/4) waktu setempat. Itu menjadi komunikasi kedua antara keduanya sejak Biden menjabat pada Januari lalu.

Beberapa waktu terakhir, ketegangan antara AS dan Rusia meningkat setelah negara-negara Barat mendorong Moskow untuk mengakhiri peningkatan pengerahan militer di perbatasan Ukraina. Menanggapi seruan itu, Rusia menyebut AS menunjukkan sikap permusuhan dan memperingatkan agar kapal-kapal perang AS menjauhi wilayah Crimea, yang dicaplok dari Ukraina tahun 2014 lalu.

Konflik antara pasukan pemerintah Ukraina dengan separatis pro-Rusia di Ukraina Timur yang berlangsung selama tujuh tahun terakhir dan menewaskan 14 ribu orang, kembali memanas beberapa waktu terakhir.

Dalam isyarat kekhawatiran soal ketegangan yang meningkat terkait Ukraina, Biden dalam teleponnya mengajak Putin untuk bertemu di negara ketiga, sembari menegaskan komitmen AS untuk kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina.

"Presiden Biden juga memperjelas bahwa Amerika Serikat akan bertindak tegas demi membela kepentingan nasional untuk merespons tindakan Rusia, seperti penyusupan siber dan campur tangan pemilu," demikian pernyataan Gedung Putih.

"Presiden menyuarakan keprihatinan kita soal peningkatan pengerahan militer Rusia secara tiba-tiba di Crimea yang diduduki dan di perbatasan Ukraina, dan menyerukan Rusia untuk meredakan ketegangan," imbuh pernyataan tersebut.

Disebutkan juga dalam pernyataan itu bahwa Biden menegaskan kembali tujuan untuk menjalin 'hubungan yang stabil dan bisa diprediksi' dengan Rusia. Biden menyatakan bahwa pertemuan dalam beberapa bulan ke depan bisa mengatasi 'berbagai masalah' yang dihadapi kedua negara.

Kremlin dalam pernyataan terpisah membahas percakapan telepon itu menyebut bahwa Biden memberitahu Putin soal keinginannya menormalisasi hubungan dan bekerja sama dalam pengendalian senjata, program nuklir Iran, Afghanistan dan perubahan iklim.

Kremlin mengonfirmasi bahwa Biden mengusulkan digelarnya pertemuan tingkat tinggi dengan Putin, namun tidak menjelaskan lebih lanjut respons Putin soal usulan itu.

Selanjutnya
Halaman
1 2