Round Up

ISIS hingga Al-Qaeda Dilarang di Sri Lanka Jelang Peringatan Bom

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 16 Apr 2021 05:31 WIB
ilustrasi anak ISIS
Foto: Ilustrasi: Edi Wahyono

Dua kelompok lokal yang disebut terkait langsung dengan serangan bom itu telah dilarang sejak tahun 2019, namun penyelidikan kepresidenan menginginkan agar kelompok-kelompok Islam serupa juga ikut dilarang.

Seluruh tujuh pengebom bunuh diri tewas dalam serangan itu dan tidak ada tersangka lainnya yang didakwa.

Kepala Gereja Katolik Roma di Sri Lanka, Kardinal Malcolm Ranjith, menuntut tindakan cepat tidak hanya terhadap pihak yang bertanggung jawab, tapi juga terhadap para politikus dan pejabat yang gagal mencegah serangan itu.

Penyelidikan mendapati bahwa mantan Presiden Maithripala Sirisena dan jajaran pejabat intelijennya sempat diberi peringatan oleh India soal serangan itu sekitar 17 hari sebelumnya.

Halaman

(ita/ita)