Round Up

Jual Beli Serangan PM Italia vs Erdogan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 20:04 WIB
President of Turkey Recep Tayyip Erdogan makes a statement after chairing the cabinet meeting in Ankara, on December 14, 2020. (Photo by Adem ALTAN / AFP)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto: AFP/ADEM ALTAN)
Roma -

Perseteruan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri (PM) Italia, Mario Draghi, berlanjut. Erdogan menyerang balik Draghi setelah dirinya disebut 'diktator'. Erdogan menyebut komentar Draghi soal dirinya itu tergolong 'kasar'.

Seperti dilansir AFP, Kamis (15/4/2021), dalam pernyataan publik pertamanya soal insiden itu, Erdogan menyebut komentar Draghi itu membahayakan hubungan antara Turki dan Italia.

"Komentar yang disampaikan Perdana Menteri Italia mengarah pada ketidaksopanan total, sungguh-sungguh kasar," ucap Erdogan dalam sebuah rekaman video yang diposting ke Twitter.

"Pada saat kita berharap hubungan antara Turki dan Italia akan mencapai titik yang baik, pria ini yang bernama Draghi sangat disayangkan memutuskan hubungan itu," imbuhnya.

Pekan lalu Draghi melontarkan komentar tajam untuk Erdogan yang menjadi tuan rumah pertemuan antara Turki dengan dua pemimpin Uni Eropa (UE), setelah Ketua Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, dibiarkan berdiri sementara yang lain mendapat kursi masing-masing.

Otoritas Turki menolak disalahkan atas insiden tersebut, dengan menegaskan bahwa pihaknya telah mematuhi instruksi protokol yang diterima dari otoritas Uni Eropa yang berkantor di Brussels, Belgia.

Namun persoalan itu malah menjadi topik pembicaraan utama dalam pertemuan Turki-UE tersebut, dan dijuluki 'sofagate' di Twitter, membayangi upaya kedua pihak untuk memperbaiki hubungan.

Selanjutnya
Halaman
1 2