Israel Halangi Azan di Masjid Al-Aqsa, Yordania Mengecam

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 17:56 WIB
Terbang di langit Palestina, terlihat jelas kompleks suci yang disebut Al Haram Asy-Syarif. Di tempat tersebut terdapat dua tempat suci yang penamaannya sering tertukar: Masjid Al Aqsa dan Kubah Shakhrakh atau Dome of Rock.
Ilustrasi (dok. Getty Images/David Silverman)
Amman -

Otoritas Yordania melontarkan kecaman untuk Israel yang disebut menyabotase kunci pintu empat minaret atau menara Masjid Al-Aqsa dalam upaya menghalangi azan.

Seperti dilansir media Arab Saudi, Arab News, Kamis (15/4/2021), langkah Israel menyabotase kunci pintu empat menara Masjid Al-Aqsa itu dilakukan setelah pejabat wakaf menolak mematikan pengeras suara masjid pada hari pertama Ramadan yang jatuh pada Selasa (13/4) waktu setempat.

Disebutkan para pejabat wakaf Masjid Al-Aqsa bahwa Israel menginginkan ketenangan saat tentara-tentaranya berdoa di Tembok Buraq atau Western Wall, atau yang lebih dikenal sebagai Tembok Ratapan.

Diketahui bahwa Dewan Wakaf Yerusalem yang merupakan badan yang dikelola Yordania yang diberi mandat untuk mengawasi situs-situs suci umat Muslim dan Kristen lainnya di Yerusalem Timur. Sejumlah pejabat Yordania mengklaim bahwa pejabat Wakaf Yerusalem yang dikelola Yordania dan departemen urusan Al-Aqsa diganggu selama operasi Kepolisian Israel dilakukan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania, Daifallah Al-Fayez, menggambarkan tindakan Israel sebagai provokasi terhadap umat Muslim di seluruh dunia dan merupakan pelanggaran hukum internasional serta status quo historis.

Dia menegaskan bahwa Masjid Al-Aqsa merupakan situs suci Islam 'murni' dan bahwa Departemen Wakaf Yerusalem merupakan 'satu-satunya otoritas' yang ditugaskan mengawasi semua urusan di kompleks tersebut.

Seorang sumber pada Dewan Wakaf Yerusalem menuturkan kepada Arab News bahwa: "Ini merupakan pertama kalinya sejak tahun 1967, penindas Israel menyabotase kunci demi masuk ke dalam minaret dan secara fisik memutus aliran listrik ke pengeras suara. Dan mereka mengejar pejabat dan staf wakaf yang menolak melakukan tuntutan mereka."

Simak video 'Eks Putra Mahkota Yordania Jadi Tahanan Rumah, Ada Apa?':

[Gambas:Video 20detik]