International Updates

Penembak Daunte Wright Terancam Bui 10 Tahun, Saudi Hancurkan Rudal Houthi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 15 Apr 2021 17:41 WIB
This May 31, 2007 photo shows Officer Kim Potter, part of the Brooklyn Center Police negotiation team in Brooklyn Center, Minn. Potter, who fatally shot Daunte Wright, a Black man, during a traffic stop on Sunday, April 11, 2021 in the Minneapolis suburb and the city’s chief of police have resigned. Brooklyn Center Mayor Mike Elliott says he hopes the moves will heal the community and lead to reconciliation after two nights of protests and unrest. (Bruce Bisping/Star Tribune via AP)
Kim Potter, polisi AS yang menembak mati pria kulit hitam, Daunte Wright di Minnesota (Foto: Bruce Bisping/Star Tribune via AP)
Jakarta -

Kimberly Potter, seorang polisi wanita di Minnesota, Amerika Serikat (AS), didakwa atas pembunuhan setelah menembak mati seorang pria kulit hitam bernama Daunte Wright. Potter didakwa pidana setelah mengajukan pengunduran dirinya pada Selasa (13/4) waktu setempat.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (15/4/2021), Wright (20) dihentikan polisi saat berkendara di Brooklyn Center pada Minggu (11/4), karena nomor polisi (nopol) mobilnya yang kedaluwarsa. Dia kemudian hendak ditahan setelah polisi mendapati ada surat perintah penangkapan terkait kejahatan ringan atas namanya.

Wright meloloskan diri saat hendak diborgol dan saat itulah dia ditembak oleh Potter (48) yang menggunakan pistolnya bukannya Taser (senjata kejut). Kepala Kepolisian Brooklyn Center, Tim Gannon, menyebut penembakan itu sebagai kecelakaan karena Potter sebenarnya berniat menggunakan Taser bukan pistol.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (15/4/2021):

- Arab Saudi Hancurkan 5 Rudal Balistik dan 4 Drone Houthi

Koalisi pimpinan Arab Saudi mengklaim telah menghancurkan sejumlah rudal balistik dan drone yang diluncurkan pemberontak Houthi di Yaman ke wilayahnya. Houthi sebelumnya mengklaim melancarkan serangan ke wilayah Saudi, yang salah satunya disebut mengenai fasilitas minyak Saudi Aramco.

Seperti dilansir Arab News, Kamis (15/4/2021), juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Turki Al-Malki, dalam keterangannya seperti dilansir kantor berita Saudi Press Agency (SPA) menyebut serangan pemberontak Houthi itu menargetkan beberapa target sipil, salah satunya Universitas Jazan.

Al-Maliki menyebut target-target sipil itu dilindungi di bawah undang-undang kemanusiaan internasional. Dia juga menyebut serangan Houthi itu mengarah pada kejahatan perang.

Media lokal Saudi, Al-Ekhbariya, menyebut ada lima rudal balistik dan empat drone bermuatan peledak yang dihancurkan oleh koalisi pimpinan Saudi dalam serangan pada Kamis (15/4) waktu setempat.

- Erdogan Serang Balik PM Italia Usai Disebut Diktator

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyerang balik Perdana Menteri (PM) Italia, Mario Draghi, setelah dia disebut 'diktator'. Erdogan menyebut komentar Draghi soal dirinya itu tergolong 'kasar'.

Seperti dilansir AFP, Kamis (15/4/2021), dalam pernyataan publik pertamanya soal insiden itu, Erdogan menyebut komentar Draghi itu membahayakan hubungan antara Turki dan Italia.

"Komentar yang disampaikan Perdana Menteri Italia mengarah pada ketidaksopanan total, sungguh-sungguh kasar," ucap Erdogan dalam sebuah rekaman video yang diposting ke Twitter.

"Pada saat kita berharap hubungan antara Turki dan Italia akan mencapai titik yang baik, pria ini yang bernama Draghi sangat disayangkan memutuskan hubungan itu," imbuhnya.

- Sri Lanka Larang 11 Kelompok Muslim Jelang Peringatan Bom Paskah

Otoritas Sri Lanka melarang 11 organisasi Muslim sepekan menjelang peringatan dua tahun serangan bom bunuh diri saat Paskah yang menewaskan 279 orang. Terdapat kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dan Al-Qaeda dalam daftar organisasi yang dilarang tersebut.

Simak video 'Rudal Houthi Sasar Bandara di Arab Saudi, 26 Orang Terluka':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2