Jepang Akan Buang Limbah Radioaktif Fukushima ke Laut, Korsel Protes Keras

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 14:06 WIB
Presiden Korea Selatan Monn Jae In
Presiden Korea Selatan Monn Jae In (Foto: Jewon Heon-kyun/Pool Photo via AP)

Ditegaskan China bahwa lautan merupakan 'milik bersama umat manusia' dan aktivitas pembuangan limbah radioaktif 'tidak menjadi isu domestik Jepang'.

"China akan terus memantau secara saksama perkembangan situasi ini bersama dengan komunitas internasional dan berhak untuk memberikan tanggapan lebih lanjut," imbuh pernyataan Kementerian Luar Negeri China tersebut.

Sebelumnya, pemerintah Jepang bersikeras bahwa pelepasan air limbah radioaktif ini aman karena air dari PLTN Fukushima itu telah disaring dan diolah untuk menghilangkan seluruh elemen radioaktifnya dan diencerkan. Misi ini akan memakan waktu setidaknya beberapa dekade ke depan.

"Pemerintah Jepang telah menyusun kebijakan dasar untuk melepaskan air yang telah diproses ke lautan, setelah memastikan level keamanan air tersebut... sambil pemerintah mengambil langkah-langkah untuk mencegah dampaknya," tutur Perdana Menteri (PM) Jepang, Yoshihide Suga, kepada wartawan setempat.

Langkah Jepang ini telah mendapat dukungan dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA), yang menyebutnya mirip dengan pembuangan air limbah dari pembangkit nuklir lainnya di dunia.

Limbah ini termasuk air yang digunakan untuk mendinginkan pembangkit listrik, juga air hujan dan air tanah di kompleks pembangkit itu.

Halaman

(izt/ita)