Round-Up

Jet Tempur China Masuk Zona Pertahanan Taiwan dalam Penyusupan Terbesar

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 14 Apr 2021 03:04 WIB
A Chinese Air Force J-10 fighter on display an Airshow China in Zhuhai November 2016. (Brad Lendon/CNN)
Jet tempur China J-10 (Foto: Brad Lendon/CNN)
Taipei -

China mengerahkan 25 pesawat tempur ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan pada Senin (12/4). Pengerahan itu disebut sebagai penyusupan terbesar oleh China sejak Taiwan melaporkan aktivitas semacam itu sejak September tahun lalu.

Seperti dilansir CNN, Selasa (13/4/2021), Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan sebanyak 25 pesawat tempur yang dikirim pasukan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) terdiri dari 14 jet tempur J-16, empat jet tempur J-10, empat pesawat pengebom H-6K, dua pesawat perang anti-kapal selam dan satu pesawat peringatan dini dan kontrol udara.

Keputusan untuk mengerahkan jet tempur ke wilayah Taiwan dilakukan sehari setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken, memperingatkan China bahwa AS berkomitmen untuk membela Taiwan, yang dianggap China sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya.

Taiwan mengambil tindakan untuk mengerahkan jet-jet tempur, sistem pertahanan rudal serta merilis peringatan radio kepada pesawat-pesawat China bahwa mereka telah memasuki sudut barat daya dari zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan.

Sebuah grafik yang dimuat oleh Taiwan menunjukkan jalur penerbangan pesawat China yang datang dari dan kembali ke daratan China, membuat belokan 180 derajat antara pulau utama Taiwan dan Pulau Pratas, sebelah tenggara Hong Kong.

Sejak September lalu, Taiwan mulai memposting pembaruan rutin penerbangan PLA di dekat pulau itu. Sebelumnya, pada 26 Maret sebanyak 20 jet memasuki wilayah ADIZ Taiwan, yang terbanyak saat itu.

Regulator Penerbangan Federal AS, Federal Aviation Administration (FAA) mendefinisikan ADIZ sebagai "wilayah udara yang ditentukan di atas tanah atau perairan di mana suatu negara memerlukan identifikasi, lokasi, dan kendali lalu lintas udara demi kepentingan keamanan nasional negara itu."

Selanjutnya
Halaman
1 2