Polisi AS Tembak Mati Warga Kulit Hitam di Jalan, Joe Biden Buka Suara

Muhammad Ilman Nafian - detikNews
Selasa, 13 Apr 2021 04:52 WIB
Joe Biden (Brendan Smialowski/AFP/Getty Images)
Foto: Brendan Smialowski/AFP/Getty Images
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden buka suara terkait polisi menembak mati warga kulit hitam (20) di jalanan Minneapolis. Menurutnya, peristiwa itu merupakan kejadian tragis.

"Tragis," ujar Biden dilansir AFP, Selasa (13/4/2021).

Joe Biden meminta semua pihak untuk bersabar. Menurutnya, kasus tersebut saat ini dalam penyelidikan.

Pasca peristiwa berdarah itu, pihak berwenang di Minneapolis memberlakukan jam malam. Sebab, sejumlah warga turun ke jalan untuk memprotes tembak mati yang dilakukan polisi.

"Saya telah mengumumkan keadaan darurat di kota Minneapolis, dan kami menindaklanjutinya dengan jam malam yang akan dimulai pada pukul 19:00 (2300 GMT) malam ini (dan) sampai pukul 6:00 besok pagi," kata Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey mengatakan pada konferensi pers.

Jam malam juga akan diberlakukan di kota kembar St. Paul dan komunitas sekitarnya termasuk Hennepin.

Sebelumnya diberitakan, polisi Amerika Serikat (AS) menembak mati seorang pria kulit hitam di jalanan Minneapolis setelah menghentikan kendaraannya karena pelanggaran lalu lintas. Penembakan ini memicu aksi protes dari warga setempat yang mengamuk atas tindakan polisi.

Seperti dilansir Reuters, Senin (12/4/2021), lokasi penembakan fatal pada Minggu (11/4) waktu setempat ini terjadi di lokasi yang berjarak 16 kilometer dari lokasi kematian seorang pria kulit hitam bernama George Floyd yang lehernya ditindih lutut seorang polisi dalam penangkapan pada Mei tahun lalu.

Ratusan orang yang marah menggelar aksi protes di luar gedung Departemen Kepolisian Brooklyn Center di Minneapolis pada Minggu (11/4) malam waktu setempat. Polisi yang mengenakan perlengkapan antihuru-hara menembakkan peluru karet dan melemparkan granat cahaya ke arah demonstran.

Pria kulit hitam yang tewas ditembak polisi diidentifikasi sebagai Daunte Wright (20).

Ibunda Wright, Katie, menuturkan kepada wartawan di lokasi bahwa dirinya menerima telepon dari putranya pada Minggu (11/4) sore waktu setempat, soal polisi menghentikan kendaraan anaknya karena memasang pengharum mobil di kaca spion tengah di dalam mobilnya. Praktik itu ilegal di negara bagian Minnesota.

Katie menyatakan dirinya bisa mendengar suara polisi menyuruh anaknya keluar dari mobil. "Saya mendengar suara gaduh, dan saya mendengar polisi berkata, 'Duante, jangan lari'," tuturnya.

Setelah itu panggilan telepon terputus dan saat dia menghubungi nomor anaknya kembali, sang kekasih yang menjawab telepon itu memberihau bahwa Duante

Simak Video: Pria Kulit Hitam Tewas Ditembak Polisi di Jalanan, AS Memanas Lagi!

[Gambas:Video 20detik]



(man/man)