Aung San Suu Kyi Kembali Dijerat Dakwaan Baru, Total 6 Dakwaan

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Senin, 12 Apr 2021 16:31 WIB
Buddhist religious and military flags are waved by supporters including Buddhist monks onboard a vehicle Monday, Feb. 1, 2021, in Yangon, Myanmar. Myanmars military has announced it will hold a new election at the end of a one-year state of emergency it declared Monday when it seized control of the country and reportedly detained leader Aung San Suu Kyi.
Aung San Suu Kyi kembali dijerat dakwaan tambahan (Foto: AP Photo)
Yangon -

Aung San Suu Kyi, pemimpin sipil terpilih Myanmar yang digulingkan junta militer, kembali menghadapi dakwaan pidana baru pada hari Senin (12/4). Suu Kyi menghadapi serangkaian tuntutan pidana yang bisa membuatnya dilarang menjabat seumur hidup.

Seperti dilansir AFP, Senin (12/4/2021) peraih Nobel berusia 75 tahun itu tidak terlihat di depan umum sejak ditahan pada 1 Februari dini hari waktu setempat, ketika militer menggulingkan pemerintahannya dan merebut kekuasaan.

"Amay Suu telah didakwa lagi berdasarkan pasal 25 undang-undang pengelolaan bencana alam," kata pengacara Aung San Suu Kyi, Min Min Soe kepada AFP setelah sidang pengadilan di ibu kota Naypyidaw, di mana Suu Kyi muncul melalui tautan video.

"Dia telah didakwa dalam enam kasus secara keseluruhan - lima dakwaan di Naypyidaw dan satu di Yangon," imbuhnya.

Tuduhan paling serius yang dihadapi Suu Kyi yakni undang-undang rahasia Myanmar.

Sementara itu, Min Min Soe mengatakan Suu Kyi dalam keadaan sehat, tetapi tidak jelas apakah dia tahu tentang kekacauan dan kekerasan yang terus terjadi di Myanmar selama dua bulan terakhir.

Pasukan keamanan Myanmar melakukan kekerasan dengan berbagai cara seperti dengan menembakkan peluru karet, peluru tajam dan bahkan granat.

Menurut kelompok pemantau Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), lebih dari 700 warga sipil tewas dan lebih dari 3.000 orang telah ditangkap sejak kudeta militer.

Selanjutnya
Halaman
1 2