Round Up

Kala Turki Gerah Erdogan Dicap 'Diktator' oleh PM Italia

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 10 Apr 2021 04:24 WIB
President of Turkey Recep Tayyip Erdogan makes a statement after chairing the cabinet meeting in Ankara, on December 14, 2020. (Photo by Adem ALTAN / AFP)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto: AFP/ADEM ALTAN)

PM Draghi dalam komentarnya mengecam Turki dan Erdogan terkait situasi tersebut. Dia bahkan menyebutnya sebagai penghinaan untuk Von der Leyen.

"Saya sangat tidak setuju dengan perilaku Erdogan. Saya meyakini itu bukan perilaku yang pantas. Saya sangat menyesali penghinaan yang dialami oleh Von der Leyen," ucapnya.

"Begini pertimbangan yang harus kita buat terkait situasi ini -- mari kita panggil mereka apa adanya -- para diktator, yang bagaimanapun kita perlu bekerja sama dengan mereka, adalah kita harus jujur dalam menyampaikan pandangan, perilaku dan visi masyarakat yang beragam, tapi kita juga perlu bersiap untuk bekerja sama demi memastikan kepentingan negara kita. Kita perlu menemukan keseimbangan yang benar," cetus PM Draghi.

Cavusoglu telah mengecam komentar PM Draghi tersebut. "Kami mengecam dengan keras pernyataan tidak bisa diterima dari PM Italia terhadap presiden terpilih kami, cabut komentar lancang itu," ujarnya via Twitter.

Dalam pernyataannya, Kaymakci juga menuturkan bahwa Dubes Gaiani juga diberitahu bahwa komentar soal pengaturan tempat duduk itu tanpa mengetahui protokol yang berlaku 'tidak bisa diterima'.

Lebih lanjut, Kaymakci menambahkan bahwa Turki tidak akan memihak dalam pertikaian tak berarti dengan Uni Eropa dan menyatakan upaya menyabotase perkembangan positif antara Turki dan Uni Eropa sebagai hal 'tidak berguna'.

Halaman

(ita/ita)