Round Up

China Pun Ngegas Gara-gara Manuver Kapal Perang AS

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 09 Apr 2021 20:07 WIB
FILE - In this Sept. 25, 2015, file photo, a military honor guard await the arrival of Chinese President Xi Jinping for a state arrival ceremony at the White House in Washington. China on Tuesday, Dec. 8, 2020, lashed out at the U.S. over new sanctions against Chinese officials and the sale of more military equipment to Taiwan. (AP Photo/Andrew Harnik, File)
ilustrasi (Foto: AP Photo/Andrew Harnik, File)
Jakarta -

China dan Amerika Serikat terus bersitegang. Pemerintah China menyalahkan Amerika Serikat (AS) atas ketegangan terkait Taiwan yang semakin memuncak, terutama setelah kapal perang AS melintasi Selat Taiwan. China melontarkan pertanyaan retorik soal haruskah kapal perangnya dikirim ke Teluk Meksiko untuk 'unjuk kekuatan'.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (9/4/2021), pertanyaan itu dilontarkan juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, dalam konferensi pers pada Kamis (8/4) waktu setempat saat mengomentari langkah terbaru AS yang mengerahkan salah satu kapal perangnya ke perairan Selat Taiwan yang sensitif.

Ditegaskan Zhao bahwa kapal perang AS itu terlibat dalam aksi 'provokasi' di perairan strategis yang memisahkan Taiwan dengan China.

"Mengirimkan sinyal yang sangat salah pada kekuatan kemerdekaan Taiwan, mengancam perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan," tegasnya.

"Akankah kapal perang China pergi ke Teluk Meksiko untuk unjuk kekuatan?" imbuh Zhao melontarkan pertanyaan bernada retorik.

Sebelumnya, Angkatan Laut AS dalam pernyataan pada Rabu (7/4) waktu setempat, menyebut sebuah kapal penghancur yang dilengkapi peluru kendali, USS John S McCain, melakukan 'transit rutin' di perairan Selat Taiwan melalui perairan internasional.

Aktivitas kapal perang AS itu membuat China geram. China menyebut langkah AS itu disengaja untuk mengganggu situasi di kawasan.

Selanjutnya
Halaman
1 2