87 Orang Tewas Akibat Perang Antarsuku di Sudan

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 08 Apr 2021 03:43 WIB
(FILES) In this file photo trainee soldiers for a new unified army carry their wooden rifles while attending a reconciliation programme run by the United Nations Mission in South Sudan (UNMISS) at a makeshift barracks in Mapel on January 31, 2020. - UN Secretary-General Antonio Guterres has called for South Sudan to make progress on governance, disarmament and human rights as the world body evaluates whether to extend a three-year-old arms embargo. In a report recently submitted to the Security Council, Guterres proposed
Iustrasi (Aktivitas latihan bersenjata di Sudan/Foto: AFP/TONY KARUMBA)

Pada hari Selasa, PBB memperingatkan bahwa "kekerasan antar-komunitas semakin memperburuk situasi yang sudah mengerikan bagi orang-orang yang rentan,"

Wilayah Darfur dilanda perang saudara yang meletus pada tahun 2003 lalu, menyebabkan sekitar 300.000 orang tewas dan 2,5 juta orang mengungsi, menurut data PBB.

Perang itu terjadi ketika pemberontak etnis minoritas bangkit melawan pemerintah yang didominasi Arab diktator Omar al-Bashir.

Khartoum membalas dengan melepaskan milisi terkenal yang didominasi Arab yang dikenal sebagai Janjaweed, yang direkrut dari suku-suku nomaden di kawasan itu.

Konflik telah mereda selama bertahun-tahun, dan serangkaian kesepakatan perdamaian terbaru telah disepakati pada bulan Oktober. Tetapi setelah konflik bertahun-tahun, wilayah tersebut dibanjiri dengan senjata otomatis dan bentrokan masih meletus.

Penduduk yang lama mengungsi selama tahun-tahun terburuk perang, saat mereka kembali orang lain telah menempati tanah mereka.

Sudan berada di tengah-tengah transisi yang sulit menyusul penggulingan presiden lama Omar al-Bashir pada April 2019, menyusul protes massa terhadap pemerintahannya.

Pemerintah transisi telah mendorong untuk membangun perdamaian dengan kelompok pemberontak di zona konflik utama Sudan, termasuk Darfur. Al-Bashir dicari oleh Pengadilan Kriminal Internasional atas tuduhan genosida selama konflik Darfur.

Halaman

(lir/lir)