Round Up

Geger Pengakuan Pebisnis Jadi Selingkuhan PM Inggris

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 05:07 WIB
(FILES) In this file photo taken on July 23, 2019 new Conservative Party leader and incoming prime minister Boris Johnson arrives at the Conservative party headquarters in central London. - On July 23, 2019, party members choose Brexit figurehead Boris Johnson as their new leader. He becomes prime minister the next day. (Photo by Niklas HALLEN / AFP)
PM Inggris Boris Johnson (Foto: AFP/NIKLAS HALLE'N)

PM Inggris itu menghindari penyelidikan kriminal setelah Independent Office for Police Conduct (IOPC) tidak menemukan bukti terkait dana 126 ribu Euro ( Rp 2,1 Miliar) yang diberikan ke Arcuri untuk mengamankan tempatnya dalam perjalanan perdagangan luar negeri yang dia pimpin.

Namun, pengawas mengatakan Johnson mungkin telah melanggar 'prinsip Nolan' - standar perilaku di kantor publik - melalui hubungannya dengan Arcuri.

Berbicara tentang kegagalan Johnson untuk membela dirinya selama tuduhan tersebut, Arcuri menyebut Johnson 'pengecut' dan mengatakan bahwa 'sudah saatnya kita menyadari bahwa inilah dia'.

Dia menambahkan, 'Pemimpin yang hebat itu karismatik, dan berani. Tak satu pun dari kata-kata ini yang akan saya gunakan untuk menggambarkan Boris Johnson.

Downing Street menolak berkomentar terkait klaim Arcuri ini.


(izt/ita)