Kanada Hentikan Sementara Vaksin AstraZeneca Untuk Warga di Bawah 55 Tahun

Dwi Andayani - detikNews
Selasa, 30 Mar 2021 04:35 WIB
A dose of the Phase 3 Novavax coronavirus vaccine is seen ready for use in the trial at St. Georges University hospital in London Wednesday, Oct. 7, 2020. Novavax Inc. said Thursday Jan. 28, 2021 that its COVID-19 vaccine appears 89% effective based on early findings from a British study and that it also seems to work — though not as well — against new mutated strains of the virus circulating in that country and South Africa. (AP Photo/Alastair Grant)
Foto: AP/Alastair Grant
Jakarta -

Pakar Kanada merekomendasikan penghentian penggunaan vaksin AstraZeneca untuk orang berusia di bawah 55 tahun. Hal ini dilakukan setelah beberapa pasien di luar negeri mengalami pembekuan darah.

Dilansir AFP, Selasa (30/3/2021) Provinsi Manitoba dan Quebec menjadi yang pertama mengindahkan pedoman Komite Penasihat Nasional untuk Imunisasi dan Kesehatan (NACI) yang baru. Wakil kepala kesehatan masyarakat Kanada Howard Njoo mengatakan ada ketidak pastian yang substansial dalam pemberian vaksin AstraZeneca bagi warga di bawah 55 tahun.

"Ada ketidakpastian yang substansial tentang manfaat pemberian vaksin AstraZeneca untuk orang dewasa di bawah usia 55 tahun," kata Howard Njoo dalam konferensi pers.

"Saat ini, kami menghentikan sementara penggunaan vaksin AstraZeneca untuk orang dewasa di bawah usia 55 tahun, menunggu analisis risiko-manfaat lebih lanjut," katanya.

Dia meminta warga Kanada yang telah menerima suntikan AstraZeneca dalam 20 hari terakhir untuk berkonsultasi dengan dokter.

Dokter Health Canada dan NACI mengatakan diminta untuk melakukan penilaian rinci tentang manfaat dan risiko vaksin berdasarkan usia dan jenis kelamin. Menurutnya, tidak ada kasus yang dilaporkan di Kanada terkait vaksin AstraZeneca.

"Sampai saat ini, tidak ada kasus (gumpalan bercak) yang dilaporkan di Kanada," kata kepala petugas medis Health Canada Supriya Sharma.

"Namun, melalui kerja sama internasional kami yang sedang berlangsung, Health Canada menjadi sadar bahwa kasus tambahan dari peristiwa ini telah dilaporkan di Eropa," katanya.

(dwia/dwia)