Cerita Ngeri Penikaman Massal Kanada: Pelaku Serang Siapapun di Sekitarnya

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 29 Mar 2021 10:35 WIB
The greatest fear, an intruder in the house.
Ilustrasi (dok. iStock)
Vancouver -

Otoritas Kanada menjeratkan dakwaan pembunuhan terhadap seorang tersangka penikaman fatal yang menewaskan satu wanita dan melukai enam orang lainnya di pinggiran Vancouver. Saksi mata menuturkan bahwa pelaku menyerang siapapun yang ada di sekitarnya.

Seperti dilansir Global News dan NBC News, Senin (29/3/2021), insiden penikaman itu terjadi di dalam dan di luar Perpustakaan Lynn Valley di Vancouver Utara pada Sabtu (27/3) siang waktu setempat. Motif penikaman belum diketahui pasti, namun serangan itu diduga dilakukan secara acak.

Perpustakaan Lynn Valley diketahui berada di kompleks perbelanjaan Lynn Valley Village yang ramai orang pada akhir pekan.

Sejumlah saksi mata menuturkan bahwa pelaku mulai menyerang orang-orang di dalam perpustakaan sebelum melanjutkan serangan di luar perpustakaan. Menurut saksi mata, situasi saat itu dipenuhi kepanikan dengan orang-orang yang ada di lokasi berlari menyelamatkan diri setelah menyadari ada serangan.

"Saya berada di ruang komunitas perpustakaan dan hanya berada di luar, ketika tiba-tiba, kami mendengar teriakan dan semua orang berhenti dan saling menatap, semua orang mulai berlari keluar dari pintu samping," tutur salah satu saksi mata, Mary Craver, yang menghadiri book sale di lokasi.

"Saya juga mulai berlari. Kita semua berlari menuju ke mal," imbuhnya.

Seorang saksi mata lainnya yang bernama Steve Mossop menuturkan bahwa dirinya dan rekannya terhenti di persimpangan jalan ketika mereka melihat seorang wanita berlumuran darah yang memberitahu mereka bahwa dia baru saja ditikam.

"Kami berkendara di Lynn Valley Road, dan ada seorang wanita tepat di samping mobil dengan seorang bocah berusia 7 tahun, beberapa luka tikaman dan mengalami pendarahan tanpa henti ... Dia mengatakan ada seorang penikam acak yang berlarian di jalanan, jadi kami berbalik mencari korban lainnya," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2