Kim Jong Un Bangun Apartemen Besar-besaran di Tengah Krisis Ekonomi

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Rabu, 24 Mar 2021 12:50 WIB
FILE - In this Nov. 15, 2020, file photo provided by the North Korean government, North Korean leader Kim Jong Un attends a meeting of the ruling Workers Party Politburo in Pyongyang, North Korea. Kim ordered at least two people executed, banned fishing at sea and locked down capital Pyongyang as part of frantic efforts to guard against the coronavirus and its economic damage, South Korea’s spy agency told lawmakers Friday, Nov. 27, 2020.(Korean Central News Agency/Korea News Service via AP, File)
Pemimpin Korut, Kim Jong Un (Foto: Korean Central News Agency/Korea News Service via AP, File)
Jakarta -

Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un berencana membangun 10.000 apartemen baru di ibu kota Korut, Pyongyang. Pembangunan dilakukan meski krisis ekonomi membuat proyek konstruksi lainnya terhenti.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (24/3/2021) Kim menghadiri sebuah upacara peresmian pembangunan konstruksi tahap pertama pada Selasa (23/3). Pembangunan ini merupakan bagian dari tujuan untuk membangun 50.000 apartemen baru, bagian dari rencana lima tahun yang diumumkan pada bulan Januari lalu.

"Tidak ada yang lebih berharga, terhormat dan lebih menggembirakan daripada tanpa ragu mendedikasikan keringat dan semangat kita untuk membangun jalan yang ideal," kata Kim, menurut kantor berita negara KCNA.

Pemerintah memutuskan untuk melanjutkan proyek tersebut karena ingin meningkatkan kondisi kehidupan warga.

Rencana baru Kim yang ambisius untuk lima tahun ke depan ditujukan untuk mengembangkan ekonomi Korea Utara, tetapi proposal tersebut mungkin goyah karena menghadapi tantangan besar, termasuk sanksi internasional yang diberlakukan atas program senjata nuklir dan rudal balistiknya.

Salah urus pemerintahan, bencana alam, dan lockdown perbatasan untuk mencegah COVID-19 semakin menekan perekonomian Korut, terlebih adanya peringatan PBB tentang kemungkinan kekurangan pangan dan bencana kemanusiaan lainnya.

"Ini berisiko bagi Kim Jong Un untuk memulai proyek konstruksi tingkat tinggi lainnya ketika proyek-proyek negara utama lainnya tertunda begitu parah," kata Chad O'Carroll, CEO dari Korea Risk Group, yang memantau Korea Utara.

Menurut Chad, peluncuran proyek mungkin menandakan bahwa lockdown perbatasan akan diakhiri.

"Beberapa input konstruksi dari luar negeri akan dibutuhkan untuk apartemen baru ini, yang hanya akan mungkin diperoleh jika Korea Utara mulai mengizinkan impor lagi," kata O'Carroll.

Simak juga video 'Korut Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Malaysia:

[Gambas:Video 20detik]



(izt/ita)