Round Up

Badan Penerbangan AS Selidiki Boeing 787 Sebab Ada Cacat Produksi

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 19 Mar 2021 22:43 WIB
Boeing sementara akan menutup sementara pabriknya di Washington untuk mengurangi penyebaran virus corona (COVID-19). Penutupan berlangsung selama 14 hari.
Pabrik Boeing (Foto: AP/Ted S. Warren)
Jakarta -

Empat pesawat Boeing 787 akan diselidiki oleh Regulator penerbangan Amerika Serikat (AS), Federal Aviation Administration (FAA). Sikap FAA itu dilakukan di tengah kekhawatiran atas masalah cacat produksi di pesawat tersebut.

"FAA mengambil sejumlah tindakan korektif untuk mengatasi masalah produksi Boeing 787. Salah satu tindakannya adalah mempertahankan kewenangan menerbitkan sertifikat kelaikan udara untuk empat pesawat 787," kata badan penerbangan AS itu, seperti dilansir AFP, Jumat (19/3/2021).

Diketahui cacat manufaktur pada Boeing jenis 787 ditemukan tahun lalu, sehingga mendorong Boeing untuk menangguhkan pengiriman model tersebut pada November 2020. Tindakan FAA menambah krisis yang sedang dihadapi oleh raksasa penerbangan itu.

"FAA dapat mempertahankan kewenangan untuk mengeluarkan sertifikat kelaikan udara untuk tambahan pesawat Boeing 787 jika kami melihat perlunya hal itu," imbuh FAA.

Penerbitan sertifikat kelaikan udara biasanya ditangani oleh para karyawan Boeing yang memeriksa pesawat berdasarkan kesepakatan dengan FAA, meskipun FAA mengatakan inspekturnya kadang-kadang juga memeriksa sendiri pesawat itu.

Sebelumnya pada September 2020 lalu, Boeing mengumumkan bahwa mereka telah menemukan cacat pada sambungan badan pesawat Boeing 787 dan stabilizer horizontal, dan meluncurkan penyelidikan atas masalah tersebut.

Perusahaan tersebut telah berjuang saat terjadi penurunan permintaan perjalanan global akibat pandemi COVID-19, dan dampak dari larangan terbang pesawat 737 MAX selama 20 bulan, yang baru kembali mengudara dalam beberapa bulan terakhir.

Selanjutnya
Halaman
1 2