Biden Sebut Putin Pembunuh, Rusia Tuntut AS Minta Maaf

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 18 Mar 2021 16:53 WIB
Russian President Vladimir Putin listens during a meeting in the Kremlin, in Moscow, Russia, Thursday, Nov. 19, 2020. (Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)
Vladimir Putin (Alexei Nikolsky, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)

"Saya menduga ini tidak akan menjadi yang terakhir jika tidak ada penjelasan atau permintaan maaf dari pihak Amerika," ucap Kosachyov dalam pernyataan via Facebook resminya.

"Penilaian semacam ini tidak diperbolehkan dari mulut seorang negarawan dengan jabatan seperti itu. Pernyataan semacam ini tidak bisa diterima dalam situasi apapun," tegasnya.

Kremlin atau Kantor Kepresidenan Rusia sendiri belum merespons secara resmi komentar Biden tersebut.

Diketahui bahwa hubungan Rusia dengan negara-negara Barat, terutama AS, yang berada di titik terendah pasca-Perang Dingin sejak tahun 2014, semakin mendapat tekanan terkait kasus tokoh oposisi Rusia dan pengkritik Putin, Alexei Navalny, yang diracun dan dijebloskan ke penjara.

Negara-negara Barat menyerukan Rusia membebaskan Navalny. Namun Rusia menolak seruan itu dan menyebutnya sebagai campur tangan urusan dalam negeri.


(nvc/ita)