Round Up

Belanda Tambah Negara di Eropa yang Tunda Vaksinasi AstraZeneca

Tim Detikcom - detikNews
Selasa, 16 Mar 2021 04:59 WIB
A health care professional prepares a Pfizer-BioNTech COVID-19 vaccine at Sheba Tel Hashomer Hospital in Ramat Gan, Israel, Tuesday, Jan. 12, 2021. Israel has struck a deal with Pfizer, promising to share vast troves of medical data with the drugmaker in exchange for the continued flow of its COVID-19 vaccine. Critics say the deal is raising major ethical concerns, including possible privacy violations and a deepening of the global divide between wealthy countries and poorer populations, including Palestinians in the occupied West Bank and Gaza, who face long waits to be inoculated. (AP Photo/Oded Balilty)
ilustrasi (Foto: AP/Oded Balilty)
Den Haag -

Isu pembekuan darah akibat vaksinasi AstraZeneca mendorong sejumlah negara untuk menunda penggunaan vaksin COVID-19 itu. Pada Minggu (14/3) waktu setempat, otoritas Belanda juga menangguhkan penggunaan vaksin virus Corona dari AstraZeneca selama dua minggu ke depan.

"Berdasarkan informasi baru, Otoritas Obat Belanda telah menyarankan, sebagai tindakan pencegahan dan menunggu penyelidikan lebih lanjut, untuk menangguhkan pemberian vaksin AstraZeneca," kata Kementerian Kesehatan Belanda dalam sebuah pernyataan yang dilansir dari AFP, Senin (15/3/2021).

"Pertanyaan krusialnya adalah apakah ini merupakan keluhan setelah atau karena vaksinasi. Seharusnya tidak ada keraguan tentang vaksin tersebut," kata Menteri Kesehatan Hugo de Jonge dalam pernyataannya.

"Kita tetap harus berhati-hati, jadi ini cukup bijaksana untuk menunda sementara sebagai tindakan pencegahan," imbuhnya.

Meski Belanda tidak memiliki kasus terkait isu pembekuan darah yang ramai diperbincangkan, negara itu mengambil sikap serupa dengan pendahulunya, seperti Norwegia, Islandia dan Denmark yang juga telah menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca.

Lebih lanjut, otoritas Belanda juga menyarankan orang-orang yang telah menerima vaksin untuk menghubungi dokter jika merasakan gejala "tak terduga dan atau tidak diketahui" setelah tiga hari divaksin.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada hari Jumat (12/3) bahwa "tidak ada alasan untuk tidak menggunakan" vaksin yang dikembangkan oleh laboratorium Swedia-Inggris, AstraZeneca dan Universitas Oxford. AstraZeneca mengatakan vaksinnya aman.

Menurut WHO, saat ini komite penasihat vaksin sedang memeriksa data keamanan yang masuk. Badan kesehatan PBB itu menekankan bahwa tidak ada hubungan sebab akibat antara vaksin dan pembekuan darah.

Simak video 'Jerman Akhirnya Tangguhkan Penggunaan Vaksin AstraZeneca':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2