Dituduh Terlibat Kudeta, Mantan Presiden Bolivia Ditahan

Syahidah Izzata Sabiila - detikNews
Minggu, 14 Mar 2021 10:42 WIB
Former interim Bolivias President Jeannine Anez speaks with her lawyers in a prison cell of the Special Force for the Fight Against Crime (FELCC) after being arrested in La Paz,  on March 13, 2021. - Bolivias former interim president Jeanine Anez was arrested Saturday on terrorism and sedition charges over what the government claims was a coup attempt against her predecessor and political rival Evo Morales. (Photo by LUIS GANDARILLAS / AFP)
Mantan Presiden Bolivia ditahan atas tuduhan kudeta (Foto: AFP/LUIS GANDARILLAS)
La Paz -

Mantan Presiden sementara Bolivia, Jeanine Anez, berada di balik jeruji besi pada hari Sabtu (13/3) usai dituduh berpartisipasi dalam upaya kudeta tahun 2019 untuk merebut kekuasaan.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (14/3/2021) menurut surat perintah penangkapan yang diposting Anez di media sosial, dirinya beserta sejumlah menteri dan pejabat keamanan menghadapi dakwaan terorisme, hasutan, dan konspirasi atas dugaan kudeta terhadap pemerintah sosialis Bolivia.

Diketahui, Anez memimpin Bolivia kurang dari setahun setelah Presiden Evo Morales meninggalkan jabatannya usai klaim kecurangan pemilihan umum dan protes dengan kekerasan memuncak di negara itu.

Beberapa jam setelah penggerebekan fajar di rumah Anez di pusat kota Trinidad, dirinya terlihat berada di balik jeruji besi di sel tahanan wanita di La Paz. Ia menunggu sidang pengadilan yang akan berlangsung dalam waktu 24 jam usai penangkapannya.

Anez mengaku sebagai korban "penganiayaan politik yang menyimpang" dan mengatakan bahwa dia harus mendapatkan kekebalan sebagai mantan presiden.

Dalam surat kepada Organisasi Negara-negara Amerika dan Uni Eropa, Anez meminta misi pengamat untuk mengevaluasi penangkapan dirinya, dan mantan menteri energi dan kehakimannya.

"Ini benar-benar penghinaan, mereka menuduh kami sebagai kaki tangan kudeta," kata Anez kepada televisi lokal ketika dia tiba dengan pesawat militer di bandara La Paz di bawah pengawalan polisi yang ketat.

"Tidak ada sebutir kebenaran pun dalam tuduhan itu. Ini adalah intimidasi politik. Tidak ada kudeta. Saya hanya ikut serta dalam suksesi konstitusional," imbuhnya.

Lihat juga Video: Ngeri! Detik-detik Pagar Balkon Universitas di Bolivia Ambruk

[Gambas:Video 20detik]